Orang Kristen Harus Go Green?

Berbicara mengenai apakah orang Kristen harus turut memelihara alam ciptaan Tuhan, atau bahkan ikut dalam environmental movement, beberapa hal berikut ini terlintas di benak saya.

Alam semesta diciptakan oleh Allah
“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”, demikian kalimat permulaan di Kitab Kejadian. Alkitab menuliskan bahwa dengan berfirman, Allah menciptakan alam semesta dan segala isinya; baik terang, cakrawala, tumbuh-tumbuhan, benda-benda penerang pada cakrawala, ikan dan burung-burung, maupun binatang melata. Enam hari lamanya Allah menciptakan alam, dan Allah melihat bahwa ciptaanNya itu baik.

Setelah semuanya lengkap, pada hari yang ketujuh, Allah berfirman: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi” (Kej 1:26).  Selama 7 hari Allah bekerja menciptakan bumi dan segala isinya, dan Dia melihat bahwa semua yang dijadikannya itu sungguh amat baik. Allah adalah Sang Pencipta, Allah itu Maha Kuasa, menjadikan alam semesta.

Manusia diberi mandat untuk menguasai dan memelihara ciptaanNya
Allah Sang Pencipta bukan hanya menciptakan, Dia juga merencanakan siapa yang akan mengelola dan memelihara ciptaan itu. Manusia merupakan pelaksana mandat dari Allah untuk beranakcucu dan bertambah banyak; memenuhi bumi dan menaklukkannya, serta berkuasa atas segala ciptaan (Kej 1: 28). Mandat ini berkorelasi dengan atribut manusia sebagai gambar dan rupa Allah, dimana Allah yang Maha Kuasa berkuasa atas segala ciptaan, dan kuasa atas ciptaan ini diturunkan kepada manusia.

Dengan demikian terlihat bahwa meskipun manusia adalah ciptaan Allah, sama dengan ciptaan-ciptaan lainnya, tetapi manusia itu spesial, unik, karena mengemban tugas dari Allah untuk berkuasa atas segala ciptaan. Berkuasa disini tentunya bukan berarti mengeksploitasi dan merusaknya. Ketika selesai menciptakan alam semesta, Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Karena itu, ciptaan yang baik itu seharusnya dijaga oleh manusia agar tetap baik.

Bumi dan segala isinya adalah bersifat sementara
Selama 7 hari lamanya Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, termasuk manusia sebagai pelaksana mandat dari Allah untuk memelihara dan menguasai bumi. Namun, ‘Langit dan bumi akan berlalu…’(Mat 24:36), hanya FirmanNya yang kekal. Manusia ditugaskan untuk menguasai dan memelihara bumi, namun firman Tuhan juga mengatakan bahwa semuanya itu akan berlalu, hanya perkataanNya yang kekal. Menguasai dan memelihara bumi adalah tugas manusia, namun sangat penting untuk mengarahkan pikiran untuk hal-hal yang bersifat kekal. Menurut saya, itu yang membedakan orang Kristen dengan orang-orang pure-conservationist yang menghabiskan segala daya upaya untuk mempertahankan bumi, mencegah kepunahan, dan lain-lain.

Bumi adalah milik Allah, wajib dipelihara, namun orang Kristen harus juga mengarahkan pikiran terhadap bumi yang baru dan langit yang baru, sebab langit yang pertama akan berlalu, lautpun tidak ada lagi (Wahyu 21:1). Menjadi murid dan menjadikan bangsa-bangsa menjadi murid Kristus, dengan demikian, adalah tugas pengikut Kristus yang utama dan kekal.

Orang Kristen Harus Go Green?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s