Bis Jemputan yang Membawa Berkat…

Suatu sabtu pagi, sehabis ngebabu, aku bongkar-bongkar gudang yang penuh dengan container plastik berisi buku-buku. Kubuka salah satu contrainer yang penuh dengan buku-buku rohani Kristen, yang kuborong dari Koorong dan Matthias Media 2 minggu sebelum hengkang dari Sydney. Buku-buku itu sudah terlihat berwarna kecoklatan. Beberapa sudah kubaca, tapi masih banyak yang belum.

Kusisir satu demi satu buku-buku yang sudah mulai berbau apek itu dan memutuskan untuk mengeluarkan 3 buku; ‘Mere Christianity’, ‘Captivating’, dan ‘Goldsworthy Trilogy’. ‘Lumayan untuk killing time di bis jemputan’, pekikku kegirangan. Sudah lebih dari sebulan memutuskan untuk memanfaatkan bis jemputan kantor karena kepalaku suka keliyengan. Setelah cek and ricek, eh ternyata si mata indah ini yang protes, minusnya nambah cukup drastis! Mungkin karena kebanyakan main HayDay! IMG_20150418_174746

Waktu selama hampir 3 jam setiap hari di bis jemputan kupergunakan untuk baca buku-buku yang sudah berbau apek itu. Disamping good for my soul, aku juga bisa mengurangi rasa bersalah karena beli buku tapi tidak dibaca!

Semingguan ‘Mere Christianity’ selesai terbaca. Buku yang ditulis oleh CS Lewis ini berisi pemikiran-pemikiran rasional terhadap dasar-dasar Kekristenan. Dengan lihai dan sangat thoughtful, CS Lewis yang dulunya adalah seorang atheis, mempresentasikan teologi Kekristenan dalam intelektualitas, imaginasi, dan kemampuan berbahasa yang sangat praktis. Tidak jarang, ketika membaca satu bagian tertentu, aku terkesima atas ide dan pemikirannya yang cemerlang. Tak tahan menikmati keindahan bahasa dan kalimat-kalimatnya sendirian, beberapa quote aku share di Path, mudah-mudahan teman-teman Path dapat merasakan berkat dan sukacita juga.

CS Lewis memulai dengan keyakinan bahwa dunia ini punya meaning. Dan ada suatu hukum moral universal, yang tidak dapat ditaati oleh manusia. Dia juga mengatakan bahwa manusia diberi free will karena ‘free will, though it makes evil possible, is also the only thing that makes possible any love or goodness or joy worth having’. Pembahasan berkembang hingga ke Christian’s Behaviour seputar: pengampunan, kesombongan, kemurahan hati, dan pengharapan. Buku ini sangat recommended! Jika berminat, Tim Callies membahas buku ini chapter per chapter di blognya ‘Reading Classics – Mere Christianity’.

Selesai dengan ‘Mere Christianity’, lalu beranjak ke ‘Captivating’. Bab demi bab kubaca dengan penuh excitement; sesekali, jujur, termehek-mehek diam-diam di bis jemputan. Membaca ‘Captivating’ dalam kondisi “tekanan-umur-karena-blum-menikah” seperti sekarang ini membuatku terbawa emosi. Meskipun secara emosional sangat menghibur, Buku ‘Captivating’ ini kurang alkitabiah. Beberapa ayat Alkitab dicaplok begitu saja tanpa mempertimbangkan konteksnya.

‘Captivating’ memulai cerita dari peristiwa penciptaan dimana Hawa adalah final touch of the Master dalam Penciptaan. Kemudian cerita berlanjut ke si Lucifer yang punya special hatred terhadap Eve. Lucifer pernah menjadi lambang keindahan (Yehezkiel 8:12-14, aku blum cek kevalidan informasi ini). Dan keberadaan Eve menjadi ancaman dan menimbulkan kecemburuan baginya. Cerita di buku itu terus berlanjut bagaimana nasib Kaum Hawa setelah Kejatuhan dan bagaimana mengembalikan kodrat wanita sebagaimana diciptakan.

‘Captivating’ lebih mengandalkan pengalaman daripada kebenaran alkitab (bahkan beberapa review Buku Kristen tidak menganjurkan membaca buku ini). Namun, meskipun demikian, terus terang pembacaan buku ini meninggalkan suatu hal positif bagiku, meskipun seharusnya tidak diterima secara mentah-mentah.

Setelah ‘Captivating’, buku ketiga yang aku baca adalah ‘Goldsworthy Trilogy’. Buku ini sarat dengan jargon-jargon teologi. Bukan bilang kalo buku ini tidak bisa dipahami, sangat bisa, tapi membacanya bikin alis dan bulu hidung keriting! Sebenarnya sudah pernah baca buku ini beberapa tahun lalu, tapi kesoksibukan membuatku tidak pernah bisa selesai membacanya. Sekarang pembacaanku masih dalam tahap-tahap awal.

Graeme Goldsworthy, si penulis, mengungkapkan bahwa alkitab (Bible) adalah cerita mengenai Tuhan dan karyaNya di dunia dan nantinya di Surga. Cerita itu menerus dan progressive mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.

Waktu beberapa jam di bis jemputan telah membawa berkat melalui pembacaan beberapa buku. Itu menjadi waktu untuk retreat, merecharge baterai rohani yang mulai terkikis… Ternyata macet jangan melulu dilihat sebagai musibah, namun juga berkah! Karena beberapa jam di jalan dapat dipergunakan untuk berbagai hal positif: bobok, denger musik, dan baca buku🙂  

Bis Jemputan yang Membawa Berkat…

4 thoughts on “Bis Jemputan yang Membawa Berkat…

  1. Ferdi says:

    Great writing Enta. Trims sdh jadi berkat dr tulisan ini bahwa aq juga kudu baca lagi buku rohaniku yg tak tersentuh lagi. Hihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s