Cerita Ulang Tahun Edisi ke-34!

15 hari telah berlalu. ‘Kesoksibukan’ membuat tulisan ini baru bisa selesai. Hatiku tetap ingin mengabadikannya dalam kata-kata, sebelum detil-detilnya musnah tertelan waktu. Mudah-mudahan kelak ketika membacanya, kesan dan kebahagiaan ini tetap terasa…

Pagi itu terasa tidak jauh berbeda dengan pagi-pagi sebelumnya. Jadwal lari pagi tetap berjalan. Sampe kantor sekitar jam 6 pagi, duduk sebentar di pavement tiang bendera memandang jauh ke arah orang-orang yang sedang main gateball; suara air mancur Gedung Menteri sebagai backsound menambah tenangnya suasana.

Langit tampak kuning dengan guratan-guratan awan, betapa sebuah astonishing work of art nya Sang Khalik. Itu adalah momen favorit di pagi hari. Kubisikkan dalam hati ‘I am 34! Thank you, Lord’.

‘Happy birthday, Mba, Neng, Bu’, salaman dan senyum hangat teman-teman kantor menciptakan kemeriahan pagi itu. ‘Makasih yaa’.

Belum sempat membaca dan membalas sapaan teman-teman sosmed, si Bos sudah menghadiahiku kado ultah dengan setumpuk kecil kerjaan!

Terus terang, hari itu aku tidak bisa 100% konsen dengan pekerjaan. Ucapan selamat ultah terus berdatangan baik secara langsung maupun melalui telepon. Untungnya, kantor tidak terlalu hectic dan si Bos sangat pengertian.

Sehabis makan siang, ditemani Henny menuju Toko Kue berlokasi tak jauh dari kantor. Sebuah kue ultah di hari ultah rasanya lengkap! Suasana kantor semakin meriah dengan kehadiran sang kue! Namun, tak berapa lama suasana kembali normal lagi. Setiap orang menuju kursi dan terhanyut dengan monitor komputer masing-masing.

Pukul 15.55..’Happy birthday to youuu..’Kak Tati muncul dengan kue ultah dihiasi sebuah lilin kecil yang sedang menyala. What a surprise! Aku tersenyum lebar, mataku berbinar. ‘Kaaakk…’, pekikku. Mendekat untuk meniup lilin kecil itu, hatiku terharu. Kak Tati lalu memberiku pelukan sahabat, hangat…’ Happy birthday, Ta’. ‘Makasih ya kaakk’… Sudah lama sejak terakhir kami hangout dan spending time together, tapi kehangatan persahabatan ini tetap terasa.

????????????
Kue Ultah dari Kak Tati

Ternyata ada cerita lucu dengan kue itu. Kue itu sebenarnya sudah dibeli sejak pagi hari, dan rencananya Kak Tati langsung ke kantorku untuk memberi kejutan. Tapi terpaksa diundur karena mendadak dia harus menghadiri rapat. Siangnya, Kak Tati ‘mengutus’ seseorang untuk memastikan bahwa sang ‘birthday lady’ ada di ruangan. ‘Sang utusan’ memberi laporan bahwa ‘target’ berada persis di ‘TKP’! Dia tidak menyadari bahwa beberapa saat kemudian aku keluar karena Henny sudah menunggu di lobi untuk makan siang. Alhasil, Kak Tati datang ke ruanganku ketika aku sudah keluar. Gagal! Lilin yang sudah menyala terpaksa harus dipadamkan. Sorenya, setelah menelepon seorang teman kantor dan memastikan bahwa aku sudah di ruangan, kejutan ini pun terlaksana dengan sempurna! Mengetahui cerita dibalik kue itu, surprise ini makin terasa sweet…

Surprise lainnya terjadi menjelang gelap. Kira-kira pukul 6 sore, Floretta mampir ke kantor dan memberiku hadiah lipstick berwarna velvet. Beberapa minggu sebelumnya aku sudah berencana untuk membeli lipstick warna cerah, tapi selalu tidak ada kesempatan untuk mewujudkannya. Floretta seolah mengetahui maksud hati itu. ‘Makasih Floo’. Akh, ultah kali ini terasa sangat spesial! Berbincang sebentar, aku, Floretta, dan Rizky kemudian menghadiri King’s Day di Erasmus Huis, setelah terlebih dahulu menyantap IPPUDO Ramen di Pacific Place. Jujur, ramen ini benar-benar juara!

di IPPUDO Ramen
Lipstick dari Floretta

Sampe rumah pukul 11 malam; beberes dan bebersih. Kubaca dan kubalas satu persatu birthday wishes dari teman-teman sosmed. Very thankful to God atas ucapan dan doa-doa yang disampaikan. ‘Amiiiin’, bisikku dalam hati ketika membaca setiap ucapan doa mereka.

Selesai dengan sms, facebook, dan whatsapp, aku bergerak ke Path. Akh, ternyata disana ada another sweet surprise dari teman-teman bible study. Sebuah kartu ucapan yang sangat unik dan otentik. Lena, Lenny, dan Irene menghadiahiku sebuah kartu lucu, terpampang manis di moment Path. Seketika senyum dan hatiku berbinar. What a Beautiful birthday gift! ‘Makasih eds, jeritku di comment’.

Kartu ucapan dari Eds Lena, Lenny, dan Irene

Keesokan paginya.. ‘Boru, banguunn’, si mak membanguniku. Dengan mata yang masih setengah terbuka, dari sudut mataku terlihat si mak berdiri dengan kue ultah dan lilin angka 34! ‘Selamaaat ulang tahuuun kami ucapkaann’, si mak bernyanyi seraya mendekati ranjang yang masih acak-acakan. Ulang tahunku ditutup dengan pelukan tulus dan hangat Inongku Tersayang!

ucapan ultah dari Inongku tersayang

Tuhan, Engkau baik sekali…

Cerita Ulang Tahun Edisi ke-34!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s