Natal 2014

Sebelum excitement di Natal 2014 ini berlalu karena termakan waktu, aku pun memutuskan untuk mengabadikannya dalam kata-kata, meskipun kata-kata tidak mampu untuk merekam detail-detailnya. Berharap kelak ketika membacanya, excitement ini tetap terasa.

Dimulai di malam 23 Desember 2014, ketika si mak menyalakan lilin kecil sebelum memulai Natal Keluarga, kehangatan dan damai Natal sudah terasa. Ya, damai dan keindahan kasih karunia Yesus memang setiap waktu, namun Natal di bulan Desember, ketika keluarga berkumpul dan berbagi cerita, sukacita Natal selalu berasa spesial. Di Natal kali ini, anggota keluarga yang pulang tidak komplit, namun sukacita mereka dapat tertransfer hampir sempurna kepada keluarga di Balige. Bersyukur akan kemajuan alat komunikasi!

image

Tema Natal Keluarga: Berjumpa dengan Allah dalam keluarga. Dimulai dari keluarga inti (diantara anggota keluarga), kemudian keluarga dalam Tuhan. Keluarga adalah berkat terindah bagi setiap orang Kristen dimana kasih dan pengorbanan terasa sangat tulus. Ketidaksepahaman dapat terjadi, namun seiring waktu kasihlah yang akan mengikatnya lagi.

Malam Natal 24 Desember 2014 keesokan harinya juga tak kalah indah. Indah, bukan saja karena pernak-pernik dan lampu-lampu Natal yang gemerlapan (well, itu juga indah, beneran!) tapi juga karena di momen-momen Natal ini, seluruh keluarga Kristen dari seluruh pelosok Balige berkumpul di gereja, bernyanyi dan bersukacita bersama-sama merayakan kelahiran Sang Juruselamat.

Malam itu, Gereja HKBP Balige berjubel. Untuk mengatasi meluapnya jumlah jemaat yang ikut kebaktian, panitia gereja menyediakan tenda di luar gereja. Kami berangkat dari rumah 45 menit sebelum acara dimulai agar kebagian tempat duduk di dalam gereja. Bukan apa-apa, kalau di luar, dingin bok!

Tema Natal malam itu adalah Kristus Raja Damai. Kristus telah mendamaikan manusia dengan Allah Bapa. Manusia dalam keberdosaannya terpisah dan bahkan menjadi seteru Bapa. Karena itu Yesus, yang adalah Tuhan sendiri, telah lahir, mati, dan bangkit untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Dalam perayaan Natal malam itu, aku teringat akan film “Exodus: Gods and Kings” (diambil dari kitab Keluaran) yang aku tonton beberapa minggu yang lalu. Dalam film itu, puncak kemarahan Allah terhadap Mesir yang tidak mau melepaskan Bangsa Yahudi dari perbudakan adalah Allah membunuh setiap anak sulung, kecuali bagi mereka yang mengoleskan darah anak domba di tiang pintu rumahnya. Darah anak domba itu menjadi simbol dari Darah Yesus di kayu salib ribuan tahun setelahnya. Bagi yang mengoleskan darah Kristus, dia akan selamat!

Ya, tulisan ini terlalu serius! I just can’t help it.

Dengan tema natal: ‘Kristus adalah Raja Damai’ malam itu, setiap orang dihimbau untuk berdamai dengan setiap orang, pertama berdamai antar anggota keluarga, kemudian dengan sekitar. Aku langsung berfikir (mungkin sambil mengerjitkan dahi!), apakah ada orang yang aku harus berdamai dengan? Hmmm…

Tanggal 25 Desember, keesokan paginya, kembali seluruh keluarga Kristen berkumpul dan bersekutu di gereja. Kami terpaksa kebagian tempat di luar gereja karena sampai gereja 15 menit sebelum acara mulai, mestinya paling tidak 30 menit sebelum. Setelah bertanya kepada salah seorang sintua (penatua gereja), kami akhirnya boleh duduk di dekat lonceng gereja, dekat pintu masuk. Soalnya, tempat duduk di tenda luar juga sudah penuh. Meskipun dalam kondisi itu, sukacita natal tidaklah berkurang. Si mak tetap semangat bernyanyi dan mendengarkan kotbah!

Tema Natal pagi itu: Kristus adalah Kehidupan. Nats diambil dari Yohanes 1:1-9, ‘…dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya dalam kegelapan… Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia…’.  Selesai kebaktian, kami memutuskan untuk berfoto di dalam gereja sebagai kenang-kenangan!😀

image

Natal 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s