Meramaikan Pesta Demokrasi, 9 Juli 2014

Hari ini, 9 Juli 2014 akan menjadi salah satu tonggak bersejarah dalam demokrasi Indonesia, sebuah pesta demokrasi. Aku pun tak mau ketinggalan untuk ikut serta. Ini merupakan pemilu presiden kedua kali yang aku ikuti, yakni pemilu presiden pertama pada tahun 2004 dan 2014 sekarang. Sedangkan tahun 2009 aku memilih untuk tidak menggunakan hak suara. Memang bukan sebuah kebanggaan sih menjadi golput🙂

Sebenarnya namaku sempat tidak terdaftar di TPS sesuai KTP. Hal itu sudah ketahuan pada saat pileg 2014 kemarin. Aku sempat bertanya kok namaku tidak ada, padahal beberapa bulan sebelumnya aku mengantri sampe malam untuk pembuatan e-KTP. ‘Mestinya namaku terdaftar disana’, keluhku. Tapi karena aku tidak terlalu berminat untuk ikut pileg, aku pun tidak ambil pusing.

Kejadian yang sama terjadi pas pilpres ini. Namaku tidak terdaftar dan tidak menerima form A5. Aku pun mulai resah, tapi untuk beberapa hari tidak bisa berbuat banyak, selain meminta tolong kakak ipar untuk mengecek ulang ke RT. KTP ku beralamat di Gunung Putri, Bogor, sementara sekarang aku tinggal di Bekasi (dan bekerja di daerah Blok M, betapa Jabodetabek!).

Karena tidak mau ketinggalan ikut pilpres, aku akhirnya melapor langsung ke RT di hari sabtu, 5 Juli dan menunjukkan KK dan KTP asli. Ibu RT yang ramah itu pun memastikan kalo aku bisa ikut pilpres. Setelah pernyataan yang melegakan itu, akupun pulang ke Bekasi.

Jam 05.00 wib sabtu pagi, 9 Juli 2014, aku terbangun. Sempat kecewa karena melewatkan pertandingan piala dunia Jerman-Brazil, yang menyesakkan itu. Aku sih pro Jerman. Alasan milih Jerman random, tidak ada alasan khusus, seenaknya aja milih pas ada teman yang nanya aku pegang siapa di piala dunia, hehe… Dan ternyata pas aku nonton Jerman – Prancis, Jerman jago dan menang, 1-0. Jadi, Jerman memang layak untuk dijagokan.

Dengan semangat 45, aku bergegas dan siap-siap meluncur ke Gunung Putri untuk turut meramaikan pesta demokrasi. Sebenarnya aku bisa nyoblos di Bekasi, tinggal tunjukin KTP asli dan kasi fotocopy KTP. Tapi karena ga mau ambil risiko kehabisan surat suara, dan memang ibu RT di Gn. Putri udah memastikan aku ikut pilpres, aku berketetapan hati untuk menempuh perjalanan 40 km Bekasi – Gn Putri untuk nyoblos.

Pukul 06.15 aku meluncur. Tol JORR dan Jagorawi sangat lengang, tidak banyak kendaraan yang melintas. Indahnya Jabodetabek pada saat-saat seperti ini, tidak macet sama sekali. Aku membatasi kecepatan 110 km/jam di tol yang sepi itu, meskipun terkadang tergoda untuk menambah kecepatan, hehe… Sepanjang perjalanan, aku ditemani Prambors FM yang aku setel sampai volume 30. Di pertengahan perjalanan, aku berdoa singkat dalam hati mudah-mudahan pilpres ini berjalan lancar, aman, damai, tentram, adil, dan jujur. Aku akhirnya sampe rumah abang di Gn Putri pukul 07.05 wib, lebih cepat dari perkiraanku.

Setelah disambut dengan senyuman dan kegembiraan 3 orang bidadari ponakanku, dan bercengkrama sebentar, pada pukul 08.10 aku berangkat menuju TPS dikawal oleh ketiga ponakanku itu. Aku termasuk orang pertama yang mau nyoblos.

image

Sempat ada sedikit masalah karena panitia bilang aku baru bisa nyoblos setelah pukul 10.30, karena tidak punya form A5. Aku protes karena aku sudah konfirmasi dengan RT beberapa hari sebelumnya. Lagian, aku kuatir tidak kebagian surat suara kalo udah kesiangan gitu. Untungnya, Pak RT mendengar protesku dan segera menghampiri dan berkata ‘iya, dia udah lapor, dia benar terdaftar di RT 002. Mba silahkan kasi fotocopy KTP nya, biar diproses’. Aku kemudiam mengotak atik isi dompet dan tas mencari fotocopy an KTP. Sialnya, tak selembar fotocopyan pun aku temukan. Biasanya aku selalu sediakan beberapa lembar di dompet untuk jaga-jaga. Alhasil, pagi itu aku muter-muter cari tempat fotocopy. Toko-toko masih pada tutup pagi itu, atau bahkan mungkin tidak buka karena libur. Syukurlah akhirnya ada tempat fotocopy.

Aku dan ketiga bidadari ponakanku kemudian kembali ke TPS untuk nyoblos. Akupun akhirnya nyoblos setelah menunggu kira-kira setengah jam, sepertinya panitia mengutamakan yang bawa form A5. Itu tidak masalah, yang penting ikut nyoblos.

image

image

Awalnya aku mau coblos mata capres pilihanku, biar dia jadi seperti pendekar mata satu, tapi kuurungkan niat itu, dan memutuskan untuk mencoblos bagian tengah capres dan cawapres pilihanku. Belum pernah aku sebegitu bersemangatnya memilih. Bangun pagi2 benar (di hari libur) dan menempuh 40 km perjalanan. Sambil tersenyum dan bangga, aku masukkan kertas suara yang sudah aku coblos ke dalam kotak suara, seraya berbisik dalam hati ‘Demi Indonesia yang lebih jaya’!

Meramaikan Pesta Demokrasi, 9 Juli 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s