Balige, Kota Kelahiranku…

Selalu feeling excited kalo pulang kampung. Betapa tidak, makanannya enak, udaranya sejuk, airnya segar, terutama sih karna ada si mamak :p. Knapa rasa makanannya enak? Ikan, subuh ditangkap para nelayan, siang udh jadi ikan bakar atau goreng; nasi, berasnya bukan oplosan, dan baru seminggu dipanen, udh dimasak; air? Daerahnya dikelilingi hutan bukit barisan dengan sumber air yg cukup (walau belakangan menjadi sorotan karna penebangan liar).

Sebagai seorang yg BTL (batak tembak langsung), aku tidak terlalu mengenal kota kelahiranku. Lahir hingga SMP mestinya cukup waktu utk mengenal daerah sekitar. SMA sudah tinggal di asrama yg pulang ke rumah ortu cuma 2 kali sebulan, sabtu-minggu. Kuliah di Bandung dan kerja di Jakarta. Agak menyedihkan memang kalau ditanya apa2 ttg Balige, aku ga selalu bisa jawab. Ya, aku BTL.

Perjalanan menuju Balige butuh perjuangan. Kalau jalan darat, Medan-Balige memakan waktu 6 jam. Orang-orang kalau dengar langsung bergidik. Tapi tenang, skarang-skarang ini moda transportasinya udh nyaman. Cukup mendatangi jasa-jasa transport di jl. Sisingamangaraja Medan, yg menawarkan mobil-mobil pribadi yang disewa atau perorangan untuk melayani rute Medan-Balige.

Kalau lebih nyaman lagi, bisa naik Susi Air dari Bandara Kualanamu ke Silangit, yg membutuhkan waktu sekitaran setengah jam, dan dari silangit ke Balige hanya setengah jam. Kalau tidak salah penerbangannya setiap jam 9 pagi dari Kualanamu, dan ada baiknya di-book jauh-jauh hari.

Balige, sebagai ibukota Kabupaten Toba Samosir, bukan daerah wisata, ya tidak seterkenal Parapat. Tapi, sebagai kota kecil di pinggiran danau Toba, yang dikelilingi bukit barisan, Balige tetaplah indah. Sebut saja, Lumban Silintong yang menawarkan pemandangan yang mengesankan dan ikan bakarnya yang khas. Jajaran bukit barisan di sebelah kiri dan hamparan danau toba di sebelah kanan membuat Balige selalu ngangenin.

Selain sebagai daerah pertanian, Balige juga kota perdagangan dan pendidikan. Kota perdagangan karna hasil-hasil pertanian di daerah sekitar diperdagangkan disana. Hari Jumat adalah hari pekan, dan Balige sekota-kotanya menjelma jadi pasar tradisional raksasa di hari itu. Sebagai pusat pendidikan, Balige punya pusat pendidikan di kawasan Soposurung, dengan klaster insititusi pendidikan SMP-SMA berpusat disana.
Jadi, jgn heran kalau jebolan sekolahan Balige itu cerdas-cerdas, hihi.

Sebagai daerah mayoritas Kristiani, bulan Desember punya kesan tersendiri. Hampir setiap hari di bulan Desember adalah hari perayaan Natal; Natal sekolah, natal marga, natal alumni, dan natal greja. Jadi, jangan heran kalau di bulan Desember, penduduk Balige meningkat berkali-kali lipat karna anak-anak rantau pada pulang kampung.

Bulan desember juga adalah bulan banjir durian, asalnya dari daerah Pakkat, Parlilitan, Parsoburan, dan Dolok Sanggul. Rasa dan aroma durian yang khas menjadi incaran para anak rantau yang pulang kampung. Dengan harga yang sangat murah, Rp 5000-Rp 10.000 rupiah, bagaimana tidak anak-anak rantau tidak dimabuk durian😀

Balige adalah daerah Batak, tepatnya Batak Toba, penduduk Balige cenderung ekspresif; hati dan tindakan jarang berbeda. Apa yg ada di dalam hati pasti langsung terlihat dalam perkataan dan tindakan. Maka dari itu, bagi orang Batak, khususnya Balige: ‘hati-hati dengan hati’, apa isi hati langsung terlihat di luar hati, hehe.

Satu hal yang sangat menonjol dari penduduk Balige adalah ibu-ibu yang gigih bekerja demi anak-anaknya. Mereka adalah iron ladies yang selalu berpengharapan, pejuang, dan tangguh.

Mungkin sekian dulu cerita ttg kampungku. Kapan-kapan lanjut lagi.

Balige, Kota Kelahiranku…

4 thoughts on “Balige, Kota Kelahiranku…

  1. Erlin says:

    Dear,
    Mau tanya donk…Dari prapat untuk menuju ke balige….
    Jalannya susah ga ya?
    Dari prapat ada petunjuk jalan ga ya menuju balige?
    Thanks

  2. Fakhri A says:

    halo, salam kenal…saya rencana mau ke Balige dengan menggunakan rental kendaraan… tp saya masih bingung dengan perjalanan ke balige ini
    1.Apakah ke balige lewat kapal juga atau jalur darat ya?
    2.Di butuhkan waktu berapa lama untuk mencapai Balige dengan kendaraan pribadi (rent) ?
    3. Apakah Tarabunga itu di Balige Juga?
    4. Bagaimana caranya dari Balige bisa ke tomok?
    aduh maaf ya pertanyaan nya banyak, soalnya saya rencana mau photo tour kesana n explore samosir…terima kasih ya…maaf merepotkan
    Salam

    1. entasimanjuntak says:

      Halo Fakhri, makasih udh mampir.

      Fakhri posisi darimana? Balige itu bukan di Pulau Samosir lo, jadi dapat ditempuh lewat darat.

      Dari Medan butuh sekitar 6 jam utk mencapai Balige.

      Ya, Tarabunga itu di Balige.

      Tomok letaknya di Pulau Samosir, biasanya utk mencapai Tomok bisa naik kapal dari Parapat. Balige-Parapat kurang lebih 2 jam. Kalo Fakhri dari Medan, pasti lewat Parapat dulu baru Balige. Jadi, kalau tujuannya ke Tomok, Fakhri ga perlu ke Balige dulu, tapi lgs ke Parapat.

      Mudah2an membantu🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s