Dia berjanji, Dia pasti menepati

JanjiMu s’perti fajar pagi hari, yang tiada pernah terlambat bersinar, janjiMu s’perti sungai yang mengalir, dan kutau betapa dalam kasihMu…~JanjiMu Seperti Fajar~

Kasus pertama:

“Aduuhh, gw telat!”, gerutuku dalam hati seraya melirik jam tangan untuk kesekian kalinya. “Kok bisa macet banget begini ya, ck!” Kembali aku menggerutu. Hari itu hari sabtu, jam 3 sore pasalnya ada janji bible study bareng Budi dan Patrick. Mengetahui mereka udah sampai di tempat sejak sejam lalu membuatku merasa bersalah, tak henti-hentinya cemasku. “Gila, gw bisa sampe jam 5 nih kalo macetnya begini, seandainya bis ini bisa terbang!” Akhirnya sampailah di TKP sekitar pukul setengah 5. Dengan rasa bersalah kusamperin mereka, untungnya wajah mereka tidak menunjukkan ke-bete-an dan akupun merasa sedikit lega, hehe…Aku ga bisa tepatin janjiku untuk bisa sampai sebelum atau bahkan jam 3, tidak lain tidak bukan karena macetnya gila-gilaan. Macet memang alasan klise untuk tidak tepatin janji, hihihi.

Kasus kedua:

“Paling tidak minggu ini laporan udah kita terima ya Pak”, demikian sms ku ke managemen konsultan mengingatkan. “Baik Bu, kita usahakan”, dengan cepat dia menjawab penuh keyakinan. Tapi sampai hari pertama minggu berikutnya laporan belum juga diserahkan. Sebuah sms berisi kalimat minta maaf pun aku terima. Isinya, mereka minta maaf tidak dapat menyelesaikan laporan tepat pada waktunya seperti janji mereka karena berbagai hal baik yang masuk akal maupun tidak masuk akal.

Kasus ketiga:

Pernah dengar janji sepasang kekasih? Mamak pernah cerita gimana kalimat-kalimat gombal masih sangat umum dipakai di jaman mak masih muda. “Kaulah bulanku, kaulah bintangku, kaulah masa depanku. Aku akan selalu bersamamu. Aku akan menjagamu!” adalah kata-kata yang biasa diucapkan seseorang kepada kekasihnya. Tapi ketika suatu hal yang tidak direncanakan terjadi, janji-janji itupun dengan cepat berubah seolah tidak pernah diucapkan. Banyak janji pernikahan yang ditepati tapi banyak juga yang tidak ditepati seiring berubahnya kondisi dan terjadinya hal-hal yang tidak terprediksi sebelumnya.

Janji memang susah untuk ditepati. Kalaupun sudah diniatin, terlalu banyak ketidakpastian, apalagi kalo ga diniatin yaaa. Kondisi bisa berubah, baik kondisi lingkungan, fisik/kesehatan, maupun kondisi hati! Jadi tidak aneh jika response banyak orang terhadap suatu janji ‘hope for the best but prepare for the worst’!. Mungkin anda akan mengatakan ‘komitmen’ adalah kuncinya. Anda bisa berpendapat demikian, tapi komitmen itupun hanya sebatas kemampuan manusia. Manusia itu terbatas waktu dan tempat. Dia bisa komitmen untuk melakukan sesuatu, tapi karena tidak ada waktu untuk melakukan, janji itu tidak dapat ditepati. Misalnya, seorang Bapak berjanji akan menjadi bapak yang baik bagi anaknya, akan mendukungnya dalam segala kesulitan, dan akan membantunya melewati masa-masa sulit. Tapi misalnya tiba-tiba si Bapak pergi selamanya karena penyakit tertentu, janji-janji itu hanya akan tinggal janji.

Nah, janji manusia seperti di atas sangat berbeda dengan janji Tuhan. Tuhan tidak terbatas, Tuhan setia kepada janjiNya. Janji Tuhan tidak tergantung pada kondisi apalagi kondisi hati! Tidak dibatasi oleh apapun, tidak tergantung pada apapun, tidak tergantung pada manusia. Dia menjanjikan Keselamatan, Dia pun menepatinya. Janji Keselamatan itu tidak tergantung pada manusia. Manusia mau menurutiNya atau tidak, tidak akan mempengaruhi janjiNya. Manusia mau menyangkalNya, itupun tidak akan mengubah janjiNya. Dia berkehendak, Dia berjanji, bagaimanapun Dia akan menepati.

Janji Keselamatan dalam Kristus sudah dinyatakanNya bahkan jauh sebelum dunia diciptakan, jauh sebelum manusia, ciptaan itu, diciptakan; dinubuatkan oleh para nabi jauh sebelum zaman Yesus. Nubuat ini yang kemudian dipenuhi dan disempurnakan dalam Kristus. Yesus Tuhan berjanji akan datang kembali kedua kali, itupun pasti ditepatiNya.

Jadi, bagaimana response kita terhadap janji Tuhan? Berharap kepadaNya! Hope for Him. Dia setia kepada janjiNya. Karena dia setia, berharap kepadaNya tidak akan pernah mengecewakan. Firman Tuhan dalam Alkitab berisi janji-janji Keselamatan bagi mereka yang mengasihiNya, yang sudah dan pasti akan ditepati.

Dia berjanji, Dia pasti menepati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s