“Fasih” mengucapkan terima kasih?

Sebelum membaca lebih lanjut, perlu aku akui terlebih dahulu bahwa pendapatku dalam tulisan ini tidak berdasarkan eksperimen atau analisis (teori) secara ilmiah, ini cuman pendapat pribadi berdasarkan pengalaman dan pengamatan kehidupan sehari-hari. Maaf jika ada kalimat atau kata yang agak frontal, diriku tidak bermaksud demikian. Aku sendiri masih terus belajar untuk ‘fasih’ dan tulus menghargai orang lain dalam bentuk ucapan sederhana ‘terima kasih’…:)

***

Berkumpul dengan keluarga besarku adalah salah satu momen favoritku, karena kesembilan ponakanku akan membuatku banyak tertawa dan tersenyum dengan kepolosan mereka (tentunya harus siap dengan rengekan, tangisan, dan ngambekan mereka, ini yang kadang bikin pusing, hehe). Salah satu etika yang diajarkan oleh kakak dan abang kepada ponakan-ponakan ku adalah untuk selalu mengucapkan terima kasih jika ada orang lain yang berbuat sesuatu yang baik untuknya, entah memberinya permen, berbagi mainan, memberinya uang jajan, dan sebagainya. Ponakan-ponakanku pun mulai terbiasa dengan “etika” itu.

Mungkin aku tidak terlalu salah jika mengatakan bahwa mengucapkan terima kasih adalah etika dasar yang ‘seharusnya’ ada dalam pergaulan sehari-hari. Namun, walaupun sudah merupakan etika dasar, masih banyak ‘orang dewasa’ (termasuk diriku sendiri) belum ‘fasih’ (baca: pelit) mengucapkan kata terima kasih.

Susahkah mengucapkan kata terima kasih?

Mengucapkan kata ‘terima kasih’ bukanlah hal yang sulit pada hakikatnya, dan hal itu biasanya diucapkan karena dorongan dari hati. Ketika seseorang melakukan sesuatu tindakan/perbuatan yang baik untuk orang lain, dalam bentuk apapun, diminta ataupun tidak, seperti: memberi bantuan uang, menemani cari sesuatu, memberi informasi apapun, membantu mencarikan pekerjaan, dan lain-lain, seyogianya diucapin kata terima kasih. Banyak hal baik ‘kecil’ dan ‘besar’ yang seyogianya diterima kasihin kepada seseorang yang melakukannya. Mungkin tidak susah untuk mengatakan 2 kata itu; ‘terima’ dan ‘kasih’, dan tidak perlu bayar pulak untuk mengucapkannya, hehe, tapi berterima kasih secara tulus mungkin agak susah-susah gampang (walau pada dasarnya ga susah juga).

Rasa menghargai dan terima kasih tentunya tidak melulu ditunjukkan dengan ucapan atau kata-kata. Berterima kasih dapat juga dilakukan dalam bentuk lain, hanya saja ucapan terima kasih ini adalah bentuk umum dan universal untuk menyampaikan rasa terima kasih kita kepada orang lain.

Ucapan terima kasih yang tulus dapat merefleksikan penghargaan

Salah satu hal yang aku salut dari etika pergaulan di Australia (berharap penilaianku tidak terlalu salah), adalah: disana orang-orang sangat ‘fasih’ (baca: murah hati) dalam mengucapkan terima kasih. Kata-kata terima kasih sangat sering digunakan, dalam segala komunikasi dan transaksi sehari-hari. Bahkan hal-hal yang tampaknya sepele yang dilakukan seseorang untuk orang lain pun diucapin terima kasih dan dihargai. Indonesia perlu belajar dari mereka dalam hal ini (maaf jika aku sedikit mendramatisir dan men-generalisir).

Ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik, apalagi jika hal itu bukanlah merupakan kewajibannya atau keharusan baginya, apakah kita tidak menghargai? Sedangkan jikalaupun hal baik itu merupakan kewajiban baginya, jika dia melakukan tindakan baik, penghargaan semestinya juga disampaikan. Apa bentuk penghargaan yang paling umum (dan murah! hehe) kalau bukan ‘ucapan terima kasih’?

Ucapan terima kasih yang tulus dapat merefleksikan kerendahan hati

Silahkan koreksi jika aku salah, susahnya mengucapkan kata  terima kasih dengan tulus mungkin ada hubungannya dengan kurangnya kerendahakan hati. Mengakui bahwa seseorang melakukan sesuatu yang baik untuk kita, sadar atau tidak sadar ‘menarik’ pengakuan dari kita, dan pengakuan ini bukanlah hal mudah untuk diberikan jika tidak didorong oleh kerendahan hati.

Jadi apa perlunya mengucapkan kata terima kasih?

Jika ucapan terima kasih ada hubungannya dengan penghargaan kepada orang lain dan kerendahaan hati, membiasakan diri mengucapkan terima kasih dapat secara langsung dan tidak langsung melatih kita untuk mampu menghargai orang lain dan juga sebagai sarana bagi kita untuk belajar rendah hati.

Akhir kata, mengucapkan kata terima kasih dengan tulus sebenar-benarnya merupakan produk dari hati yang menghargai dan rendah hati.

“Fasih” mengucapkan terima kasih?

4 thoughts on ““Fasih” mengucapkan terima kasih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s