Membaca Alkitab adalah Hak Istimewa Setiap Orang Kristen

Sebelum membaca tulisan ini, perlu saya sampaikan bahwa ‘hak’ di sini bukan berarti  ‘right‘, tapi lebih kepada ‘privilege‘. Sebagai ‘privilege‘ karena kesempatan untuk membaca Alkitab merupakan anugerah dan bukan sesuatu yang pantas kita dapatkan. (Makasih buat seorang saudari dalam Kristus yang mengingatkanku akan hal ini).

Dua pertanyaan terakhir di post saya sebelumnya adalah: ‘Jadi adakah kita masih mengabaikan Alkitab? Mengganggap tidak perlu membaca Alkitab?’

Isi Alkitab bukanlah merupakan misteri atau hanya dimengerti atau dapat dibaca oleh sebagian orang. Menurut ‘Gospel Translation Homepage’, Firman Tuhan berisi kabar gembira telah diterjemahkan ke dalam sedikitnya 42 bahasa oleh 698 penerjemah ke dalam 3027 media online. Hingga sekarang proses pernerjemahan masih terus berlangsung dengan harapan setiap orang memiliki akses terhadap kabar gembira tersebut. Kita sebagai orang Indonesia telah memiliki akses terhadap Alkitab sejak abad ke-17 dan abad ke-18 setelah melalui proses yang panjang dan terjemahan berulang-ulang sehingga terjemahan tersebut mendekati isi aslinya dan mudah dimengerti (untuk lebih jelasnya mengenai sejarah terjemahan Alkitab klik disini). Sekarang, kita semua tanpa terkecuali dapat mengakses Alkitab dengan hanya datang ke toko buku, atau gereja-gereja, atau bahkan internet.

‘Semua orang berhak (privileged) untuk tau kabar gembira dalam Alkitab’ adalah merupakan satu-satunya tujuan mengapa proyek penerjemahan terus berlangsung. Menyadari hal tersebut, betapa kita seharusnya bersyukur dapat membaca Alkitab, dan betapa sayangnya kalau kita tidak membaca Alkitab.

Sebenarnya kita semua tau kalau membaca Alkitab adalah hak istimewa kita, bukan hanya hak istimewa pendeta di gereja. Namun, banyak dari antara kita tidak menikmati hak istimewa tersebut dan membiarkan bapak pendeta di gereja aja yang baca trus menerangkan isi Alkitab (terlepas dari yang disampaikannya tepat atau kurang tepat), sementara kita duduk manis sambil terkantuk-kantuk. Alhasil, kita hanya membaca Alkitab sekali seminggu (itupun kalau kita selalu ke gereja). Memang membaca Alkitab bukanlah masalah masuk surga atau neraka, atau masalah dosa dan tidak dosa.

Kita diselamatkan bukan karena membaca Alkitab, kita diselamatkan hanya oleh kasih karunia dalam penebusan Yesus di kayu salib (Roma 3:24). Itu benar. Seperti dalam post saya sebelumnya, Firman Tuhan dalam Alkitab merupakan satu-satunya petunjuk hidup orang Kristen, karena itu membaca Alkitab adalah sangat perlu untuk menuntun kita. Beberapa manfaat pembacaan Firman Tuhan dalam Alkitab adalah (teman-teman silahkan menambahkan):

  • Paulus menyarankan/menyuruh Timotius (salah satu murid Paulus) untuk bertekun dalam membaca kitab-kitab suci (1 Tim 4:13) sehingga Timotius bisa menghadapi pengajar-pengajar sesat.
  • Surat Paulus yang kedua kepada Timotius menyatakan bahwa membaca Firman Tuhan akan membantu kita dalam pertumbuhan iman kita, karena Firman Tuhan itu bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2 Timotius 3:16).
  • Paulus menyebut Firman Tuhan sebagai salah satu perisai iman, yaitu ketopong keselamatan dan pedang Roh untuk melawan tipu muslihat iblis (Efesus 6:17).

Sebagai kesimpulan, membaca Firman Tuhan dalam Alkitab merupakan hak istimewa setiap kita orang orang Kristen. Selain menuntun kita, pembacaan Firman Tuhan dapat membantu kita menghadapi pengajaran sesat, membantu dalam pertumbuhan iman kristiani kita, dan melawan tipu muslihat si iblis.

Membaca Alkitab adalah Hak Istimewa Setiap Orang Kristen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s