Firman Tuhan = Peta?

Firman Tuhan dalam Alkitab adalah Satu-satunya Peta yang Akurat bagi Umat Kristen dalam Menjalani Hidup di Dunia.

Era kebebasan pers dan kebebasan menyatakan pikiran telah membuat informasi begitu cepat beredar. Baru-baru ini saya mengunjungi salah satu toko buku di daerah Jakarta Selatan dan menemukan begitu banyak buku-buku baru yang ‘dijajakan’ dan diletakkan di bawah tanda ‘best sellers’. Ratusan bahkan mungkin ribuan buku dengan segala judul dan tema disusun dengan rapi di rak-rak toko, mulai dari buku-buku komik, buku cerita/novel, buku rohani, buku masak-memasak, buku kuliah/sekolah, buku-buku tentang investasi/bisnis, hingga buku-buku tentang pengembangan diri. Begitu banyak informasi yang ditawarkan. Entahlah berapa omset penjualan buku perharinya oleh toko buku itu.

Selain informasi dalam bentuk buku, informasi dari dunia maya/internet juga tidak diragukan lagi melimpahnya. Jika buku harus bayar, akses informasi melalui situs internet mungkin jauh lebih murah. Semua orang dapat mengakses informasi apa yang ingin diketahuinya, mulai dari informasi yang membangun hingga informasi yang ‘merusak’!

Selain itu, media audiovisual seperti televisi atau media audio seperti radio juga tidak kalah dalam hal memarakkan penyebaran informasi. Bahkan untuk beberapa/banyak kalangan, informasi melalui media seperti ini lebih cepat diserap, diterima, dan dinikmati. Televisi bukan lagi barang ‘lux’ yang hanya dimiliki oleh orang-orang berada. Singkatnya, di era informasi ini, siapapun dapat mengakses informasi.

Berangkat dari latar belakang tersebut, pernahkan kita mempertanyakan kebenaran setiap informasi yang kita baca atau dengar? Apa yang menjadi standar/tolok ukur kebenaran tersebut? Adakah kita terlebih dahulu mem-filter informasi-informasi tersebut? Bagi orang Kristen, kebenaran sejati tertulis dalam Alkitab. Segala informasi yang kita baca/dengar seyogianya dibandingkan dengan kebenaran Firman Tuhan yang ada di Alkitab. Sembari kita menerima informasi, pastikan bahwa you keep your bible open. Namun, bagaimana kita tahu bahwa sesuatu itu tidak sejalan/bertentangan dengan Alkitab jika kita tidak baca Alkitab??

Tidak sedikit buku-buku, majalah, situs internet, dan bahkan program acara di televisi menawarkan hikmat-hikmat duniawi, dan tidak sedikit orang Kristen yang membaca buku-buku tersebut dan menonton acara-acara TV tersebut. Jika tanpa pengetahuan akan hikmat yang benar dari Alkitab, hikmat dunia yang ditawarkan oleh media-media tersebut dapat sedikit banyak mempengaruhi pola pikir jemaat ke arah yang menyimpang dan tidak sesuai dengan Firman Tuhan.

Firman Tuhan dalam Alkitab merupakan petunjuk satu-satunya bagi hidup orang Kristen, saya ulangi petunjuk satu-satunya yang akurat! Banyak orang berpendapat bahwa bagi orang Kristen, Alkitab merupakan kamus hidup. Saya lebih suka memakai istilah ‘peta’ daripada kamus walaupun kedua ilustrasi tersebut memiliki kelemahan.

Saya ingat pernah men-download sebuah peta dari internet ketika saya hendak melakukan perjalanan ke suatu daerah yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Alhasil, peta itu tidak terlalu detail. Beberapa nama dan lokasi jalan yang saya perlu tidak ada di peta itu. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli saja dari toko, dan syukurnya ternyata peta di toko lebih detail dan akurat.

Ketika baru sampai di Sydney, saya dibekali dengan sebuah peta yang cukup detail dan lengkap oleh pihak Universitas. Peta itu selalu ada di tas saya terutama di awal-awal waktu saya di sana. Peta itu telah membantu saya untuk tidak tersesat, walau sejujurnya beberapa kali tersesat juga karena saya salah baca peta! Atau karena kesalahan dalam peta tersebut.

Demikian halnya dengan Alkitab. Orang Kristen adalah pendatang di dunia, bukan dari dunia (Yoh 17:14-16; Ibrani 11:13), tetapi adalah bagian dari kerajaan Allah (Efesus 2:19; Ibrani 11:14-16). Selama melakukan perjalanan di dunia ini, setiap orang Kristen membutuhkan peta yang akurat dan ‘authorized’ agar tidak tersesat. Alkitab adalah peta yang akurat karena dibuat oleh Dia yang menjadikan dunia dengan segala isinya, yang tau persis seluk beluk dunia. Banyak ‘peta-peta’ lain yang ditawarkan di sekeliling kita, tapi itu tidak akan pernah selengkap dan seakurat ‘Peta dalam Alkitab’. Oleh karena itu, pastikan bahwa saudara selalu merujuk kepada peta dalam Alkitab.

Benarlah yang tertulis bahwa ‘semua yang tertulis dalam Alkitab, diilhami oleh Allah dan berguna untuk mengajarkan yang benar, untuk menegur dan membetulkan yang salah, dan untuk mengajar manusia supaya hidup menurut kemauan Allah (2 Tim 3:16). Selain itu, injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya (Roma 1:16). Jadi adakah kita masih mengabaikan Alkitab? Mengganggap tidak perlu membaca Alkitab?

Firman Tuhan = Peta?

One thought on “Firman Tuhan = Peta?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s