Mengapa Kita Mendoakan Orang Lain?

Bukan sebuah pertanyaan lagi bahwa ‘berdoa’ merupakan sesuatu yang tidak lepas dari seorang Kristen. Berdoa adalah salah satu cara bagi setiap anak Tuhan untuk berkomunikasi dengan Tuhan, baik itu untuk menyatakan ucapan syukur dan terima kasih, untuk meminta petunjuk, untuk meminta kekuatan menjalani hidup maupun pencobaan, atau untuk mengakui dosa. Doa ‘Bapa Kami’ merupakan model doa yang diajarkan oleh Yesus kepada semua umatNya, walaupun pada dasarnya isi doa dapat saja berbeda-beda sesuai dengan konteks dan kondisi.

Menggunakan ‘Alkitab Online’, saya menemukan sedikitnya 490 ayat dalam Alkitab mengandung kata-kata ‘doa’, ‘mendoakan’, dan ‘berdoa’, belum termasuk kata-kata yang mirip, misalnya memohon, berbicara dengan Tuhan, dll. Hal itu menunjukkan bahwa berdoa tidak dapat lepas dari hidup seorang Kristen. Hal menarik lain yang saya temukan adalah bahwa ke-490 ayat Alkitab yang mengandung kata ‘doa, berdoa, mendoakan’ tersebut banyak berisikan doa kepada orang lain. Abraham mendoakan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, agar mereka melahirkan anak (Kejadian 20:17); Musa Berdoa untuk Firaun agar Allah menjauhkan katak-katak dari kerajaan Firaun (Keluaran 8:8); Musa berdoa untuk semua umat Israel agar Tuhan tidak membinasakan mereka akibat dosa mereka yang menyembah patung buatan mereka (Ulangan 9:20-26); Yesus berkata untuk mengasihi dan mendoakan musuh (Mat 5: 44); Yesus berdoa buat umatNya (Yoh 17:9), dan masih banyak ayat-ayat doa buat orang lain dalam Alkitab.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: mengapa kita berdoa buat orang lain? Mengapa Abraham mendoakan Abimelekh dan istrinya? Mengapa Musa mendoakan umat Israel? Mengapa Yesus mendoakan umatNya? Sebuah artikel di web ‘SolaPanel.org’ mencoba mengupas singkat dan jelas mengenai hal tersebut. Scott Newling sebagai penulis artikel yang berjudul ‘Why do we pray for othersini menyatakan bahwa ada 2 alasan mengapa kita mendoakan orang lain, yaitu: Pertama, karena kita mengasihi mereka (love for others/neighbors). Adalah hal yang sangat wajar untuk mendoakan orangtua kita, pasangan kita, keluarga kita, teman-teman kita karena kita mengasihi mereka. Bagaimana dengan musuh kita? Apakah karena kita tidak mengasihi mereka maka kita tidak perlu untuk mengasihi mereka? Yesus menyuruh umat Kristen untuk mengasihi musuh dan mendoakan mereka (Mat 4:55). Dengan demikian kasih bukan saja diberikan kepada orang terdekat/kita kenal, tetapi juga kepada musuh. Jadi, kasih kepada sesama ini merupakan salah satu hal yang mendasari kita untuk mendoakan mereka.

Selain kasih kepada sesama, hal kedua yang mendasari kita mendoakan orang lain menurut Scott Newling adalah ‘kasih kepada Tuhan’. Melalui doa, kita meyakini kemahakuasaan Tuhan dalam dunia ini dan bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi umatNya. Dengan mendoakan orang lain, berarti kita mempercayai Kuasa dan Kekuatan Tuhan.

Wujud lain dari kasih kepada Tuhan sebagai dasar untuk mendoakan orang lain, Scott Newling berpendapat bahwa dengan mendoakan orang lain, akan terjadi pelipatgandaan ucapan syukur kepada Tuhan ketika doa itu dijawab (multiplication of thanksgiving for God). Untuk mempermudah pemahaman, saya membuat sebuah ilustrasi. Si A mendoakan agar si B dapat menghadapi masalah yang sedang dihadapinya. Ketika doa si A mengenai si B di jawab oleh Tuhan, baik Si A maupun si B mengucap syukur dan memuliakan Tuhan. Hal ini yang disebut Scott sebagai multiplication of thanksgiving. Dengan demikian, lebih banyak kita mendoakan orang lain, kita mengharapkan akan semakin banyak orang yang mengucap syukur kepada Tuhan.

Berangkat dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mendoakan orang lain merupakan salah satu wujud kasih kita kepada sesama dan kasih kita kepada Tuhan. Doa merupakan hal utama dan terindah yang dapat kita berikan kepada orang lain (walaupun tentunya bukan hanya doa saja yang dapat kita lakukan). Selain itu, Alkitab menuliskan bahwa berdoa adalah hal yang selalu dilakukan oleh Yesus, dan isi doa itu selalu berfokus kepada umatNya/orang lain (Mat 14:23; Mat 19:13; Luk 6: 12; Markus 14:32). Oleh karena itu, orang Kristen yang mengaku sebagai ‘pengikut Kristus’ seharusnya adalah juga seorang pendoa dan mendoakan orang lain seperti Yesus yang selalu mendoakan umatNya.

Mengapa Kita Mendoakan Orang Lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s