Peran Perempuan Indonesia – Selamat Hari Kartini

Aku masih ingat waktu aku SD, setiap tanggal 21 April, di sekolah akan diadakan kontes baju kebaya. Peserta kontes, yang notabene masih berumur sangat dini alias 7-12 taon, didandani ala ibu-ibu dengan kebaya, cepolan rambut, dan make up yang minta ampun menornya!! Tapi terlihat dari wajah-wajah nya, para peserta siap tampil dengan dandanan seperti itu, bahkan para ibu dari peserta kontes akan sangat bangga melihat putri-putri mereka berdandan ala Ibu Kartini. Aku adalah salah satu dari peserta konser!!

Sebegitu bersyukurnya para wanita Indonesia dengan keberadaan Ibu Kartini yang memperjuangkan hak perempuan untuk bisa belajar dan mengembangkan diri pada zaman penjajahan Belanda. Pada zaman itu, hanya pria yang diperbolehkan sekolah sedangkan wanita diharuskan tinggal dirumah dan melakukan pekerjaan rumah. Selama ratusan tahun, kebiasaan ini dipegang dan dilestarikan oleh masyarakat Indonesia hingga akhirnya Ibu Kartini maju dan memperjuangkan hak wanita untuk bisa mengecap pendidikan seperti halnya laki-laki.

Perjuangan Ibu Kartini meliputi setiap insan perempuan Indonesia dengan segala umur, mulai dari bayi perempuan hingga nenek-nenek. Sejak Ibu Kartini, perlakukan dan akses orangtua untuk mengasuh bayi dan anak-anak perempuan tidak lagi berbeda dengan bayi dan anak laki-laki; kesempatan bersekolah antara pelajar perempuan dan laki-laki juga sama; dan  kesempatan bekerja antara laki-laki dan perempuan juga sama, walau tidak bisa dipungkiri bahwa untuk beberapa perusahaan/institusi masih menganut sedikit diskriminasi terhadap perempuan. In simple words, perjuangan Ibu Kartini membuka jalan bagi setiap perempuan untuk mengecap haknya sebagai manusia; dilahirkan, dididik (akademis dan non akademis), dan diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dalam pekerjaan.

Dengan demikian, tidak mengherankan bahwa dengan terlibatnya perempuan Indonesia telah memutar dan mengubah setiap segi kehidupan Indonesia. Mengubah ke arah yang lebih baik! Lihat saja banyaknya perempuan Indonesia yang berhasil memperjuangkan hak-hak bukan saja perempuan tetapi juga laki-laki, betapa banyak perempuan Indonesia yang rela mengajar anak-anak di desa-desa terpencil, betapa banyak perempuan Indonesia yang memilih untuk bekerja di pusat-pusat kesehatan di daerah-daerah terisolir, betapa banyak perempuan Indonesia yang bekerja di institusi yang meningkatkan harkat dan martabat mereka yang termarginalkan, dan sebagainya dan sebagainya.

Selesai berbicara mengenai profesi mulia dari banyak perempuan Indonesia, mungkin kurang lengkap jika saya tidak memasukkan peran perempuan untuk mendidik dan membesarkan anak-anak mereka untuk menjadi generasi penerus yang berguna kelak. Bagi beberapa orang, peran ini kurang populer, tetapi bagi beberapa orang peran ini lah yang utama. Terlepas dari populer atau tidak, mungkin anda setuju dengan saya bahwa peran ini sangatlah mulia. Buat apa perempuan menolong, mendidik, dan memperjuangkan hak-hak anak/orang lain jika anak-anaknya sendiri tidak ditolong, dididik dengan baik, dan diperjuangkan hak-haknya?

Kembali ke laptop! Sejak mulanya, perempuan memang diciptakan untuk menjadi penolong bagi laki-laki. Peran ini telah diemban sejak dunia diciptakan. Menjadi penolong bagi laki-laki berarti bahwa pekerjaan laki-laki tidak akan bisa selesai dengan baik tanpa perempuan. Tapi perlu ditekankan bahwa ‘penolong’ bukan berarti ‘rival atau saingan’, bukan juga pesuruh atau babu!! Perempuan dan laki-laki tidak diciptakan untuk bersaing atau untuk melecehkan yang satu terhadap yang lain, tetapi untuk bekerjasama, saling melengkapi.

Hari Kartini seharusnya bukanlah waktu untuk mengumandangkan kearoganan perempuan Indonesia karena memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal pendidikan, tetapi waktu untuk mencaritahu dan menyadari apakah sejatinya peran perempuan (sebagai anak, istri, ibu, karyawan, dan yang terutama sebagai ciptaan Yang Maha Kuasa) dan sebatas apa perannya dibandingkan laki-laki.

Peran Perempuan Indonesia – Selamat Hari Kartini

2 thoughts on “Peran Perempuan Indonesia – Selamat Hari Kartini

  1. Victor Yaputra says:

    wonder if there’s a role model for Bapak…😦

    “Sejak mulanya, perempuan memang diciptakan untuk menjadi penolong bagi laki-laki.”. Apakah tugas sang lelaki itu?

    1. entasimanjuntak says:

      hi lagi ko!..:D role model for bapak di indo? hmm….kok ga pernah denger ya selain Bung Karno dengan karisma nya…

      mari kita sama2 buka kitab Kejadian…:D:D:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s