Mengalah untuk Menang

Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri  (Filipi 2:3) –(Bahasa Indonesia)

Do nothing from rivalry or conceit, but in humility count others more significant than yourselves. (Philippians 2:3)—(English)

***Saya attach ayat dalam bahasa Inggris dengan harapan bahwa pembaca bisa lebih mengerti maksud ayat ini.****

Mengalah adalah sebuah kata yang tidak populer sekarang-sekarang ini. Mungkin anda sependapat dengan saya bahwa banyak orang (termasuk diri kita sendiri) menganggap bahwa ‘mengalah berarti kalah’. Bahkan respon pertama kita terhadap kata mengalah adalah ‘Apa? Mengalah? Langkahi dulu mayat saya!’ Mengalah menjadi sulit untuk dilakukan, terutama akhir-akhir ini, karena banyak faktor, diantaranya: kehidupan yang semakin sulit, persaingan di segala bidang yang semakin ketat, meningkatnya paradigm ‘personal achievement’ (masa bodo degan orang lain!), pergeseran norma dan budaya (yang dipandang adalah hanya mereka yang kaya, bukan yang paling baik atau jujur, baik/jujur bahkan dianggap bodoh atau aneh!), dan sistem yang tidak mengakomodasi atau meng-encourage orang untuk mengalah (orang yang mengalah semakin dirugikan!). Jika anda tidak percaya dengan omongan saya, amatilah para tingkah pengendara kendaraan di jalan raya, atau di kantor-kantor, atau di mall/supermarket, atau bahkan di toilet! Antri misalnya menjadi pekerjaan yang paling susah!

‘Mengalah untuk menang’ adalah ungkapan tua bahasa Indonesia yang kehilangan pamornya sekarang ini. Fasilitas dan dukungan yang memotivasi orang untuk ‘mau mengalah’ memang sangat kurang, tapi menurut saya, ‘mengalah’ adalah hal yang masih relevan untuk dilaksanakan, karena: (bukan berarti saya orangnya ngalah ya, bahkan saya seorang berego tinggi yang sedang belajar bagaimana cara mengalah)

1. Itu perintah Tuhan dalam FirmanNya.

Sebagai seorang kristiani, Tuhan memerintahkan untuk mengalah. Seperti quote saya di awal post ini, ‘Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri  (Filipi 2:3)’. Ini memang bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Sebagai seorang yang ego nya tinggi, saya selalu gagal. Tapi kegagalan saya tidak membuat mengalah itu menjadi tidak relevan bagi saya. Mengalah dan mengutamakan orang lain adalah topik-topik yang banyak dibahas di Alkitab, beberapa diantaranya:

  • Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:16)
  • Dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga. (Filipi 2:4)
  • Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. (Roma 12:10)
  • Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu. (1Petrus1:22)

Saya tidak mengatakan bahwa kita harus mengalah segala hal. Dalam hal ini, memperhatikan konteks adalah penting. Dalam pertandingan sepakbola misalnya, mengalah kepada lawan main bukan termasuk dalam hal ini, hehe…Intinya, jangan mengalah kepada dosa dan iblis, tapi kalahkan lah itu!

2. Dengan mengalah sebenarnya kita menang

Mengalahkan dosa, dalam banyak kasus, membuat kita tampak lemah dan pecundang. Saya pernah berselisih pendapat dengan seorang teman. Menurut saya, dia yang salah dan saya yang benar, tapi sebaliknya dia merasa dia yang benar dan saya yang salah. Sepertinya tidak ada titik temu dimana kami dapat memperbaiki pertemanan kami yang sempat rusak atas kesalahpahaman itu. Akhirnya saya memutuskan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada dia atas tindakan saya dan pertemanan kami pun membaik. Sebelum saya meminta maaf, kondisi hati saya tidak tenang. Setiap saya bertemu dia, rasa kesal saya muncul dan saya kehilangan damai sejahtera. Namun, setelah saya berinisiatif untuk meminta maaf, rasa damai sejahtera kembali bisa saya rasakan. Jadi apakah saya kalah dengan mengalah atau justeru menang?

Sering sekali kita tidak sadar bahwa dengan tidak mau mengalah, sebenarnya kita telah kalah, kalah oleh tipu muslihat iblis. Dalam perselisihan dan mementingkan diri sendiri, sebenarnya iblislah yang menang, kita sendiri menjadi pihak yang kalah!

3. Yesus sebagai role model

Ingat lah akan Yesus yang mengalahkan dosa sehingga kita semua bisa menang jika kita berada dalam kemenanganNya. Dalam penderitaan Yesus karena dosa semua umat manusia, Dia tampaknya pecundang; disalib, dicaci maki, diejek, diludahi, hingga dia mati. Dia tidak mempertahankan haknya demi manusia yang menjadi musuhnya karena dosa — yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan (Filipi 2:6). Tapi apa hasil dari pengorbanan itu? Kemenangan! Dia kalahkan dosa dengan mati karena dosa yang bukan dosanya, dan kemudian dia bangkit dan akan datang kembali untuk kita. Bukankah itu sebuah kemenangan besar?!

4. Pengharapan (hope for the future glory)

Seperti telah saya sebutkan sebelumnya bahwa dalam kondisi sekarang ini, mengalah demi kebenaran sering membuat kita dirugikan. Banyak orang menderita karena mengalah alias mengalahkan dosa dan iblis. Tapi ingatlah, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:8). Yesus memberikan janji dimana Dia akan datang untuk membawa kita ke kerajaanNya dimana semua penderitaan akan dihapuskan oleh sukacita hingga penderitaan itu sama sekali tidak berbekas!

Mengalah untuk Menang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s