Hobi Baruku

Sudah lama saya hendak menuliskan post ini, tetapi selalu gagal disebabkan oleh ketakutan saya bahwa jika saya menuliskannya, saya akan mendistorsi nilai dan pesan yang ada. Namun, dengan menuliskannya, saya setidaknya bisa memformulasikannya ke dalam kata-kata, walaupun hal ini bukanlah hal mudah untuk dilakukan. Sebelum anda semakin bingung dengan arah pembicaraan saya, okelah, saya mulai membicarakan topik post ini.

Kemacetan adalah sarapan pagi dan kopi sore saya. Saya menghabiskan setidaknya 1 jam perjalanan dari rumah ke kantor dan 1 jam perjalanan dari kantor balik ke rumah. Jadi, total waktu perjalanan saya adalah 2 jam. Kalau macet, angka ini akan berubah ke 3 jam atau bahkan 4 jam, sangat tergantung kepada kondisi alam, terutama hujan.

Sepanjang 2 jam itu, saya menemukan hobi baru, yaitu memperhatikan gelagat dan ekspresi penumpang dan pengendara sepeda motor. Perlu saya jelaskan dulu bahwa untuk mencapai kantor dan balik lagi ke rumah, saya harus menggunakan 2 moda kendaraan sekali jalan, mikrolet dan kopaja/bis, ini berarti bahwa setiap hari saya naik 2 mikrolet dan 2 kopaja/bis. Nah, hobi saya adalah memperhatikan gerak gerik penumpang mikrolet dan sesekali melemparkan pandangan ke luar jendela mikrolet untuk memperhatikan gerak-gerik pengendara sepeda motor. Sementara mengamati pengendara kendaraan roda empat agak susah secara kaca jendelanya biasanya tidak tembus pandang. Tapi saya cukup puas dengan hanya bisa memperhatikan penumpang mikrolet dan pengendara sepeda motor. Hobi ini saya tekuni semenjak saya kembali lagi ke Jakarta 2 bulan lalu. Terus terang, saya sangat menikmatinya. Hobi saya ini saya lakukan sambil mendengarkan musik dari Ipod butut yang dihadiahkan kakak saya 5 tahun yang lalu.

Hal yang aku peroleh dengan menekuni hobi ini adalah bahwa dengan memperhatikan gerak-gerik orang (tolong dicatat bahwa saya tidak menilai atau menghakimi ya…), saya belajar banyak hal, dari hal yang penting sampai hal yang tidak penting (kebanyakan tidak penting sih).

Berbagai macam hal dikerjakan oleh penumpang mikrolet sembari mereka menunggu untuk sampai ke tempat tujuan. Sangat menyenangkan memperhatikan itu. Posisi kursi mikrolet yang saling berhadapan membuat saya dengan cukup bebas untuk mengawasi setiap gelagat penumpang lainnya. Hobi ini cukup menghilangkan kebosanan saya selama dalam perjalanan.

Hasil survey dan pengamatan yang saya lakukan: Kebanyakan penumpang mikrolet memilih untuk memejamkan mata, lumayan lah istirahat, walau sebenarnya tidak akan bisa berhasil untuk tidur pulas. Beberapa bahkan bisa tidur juga, sepertinya mereka tidak beristirahat dengan cukup di rumah. Beberapa lain lagi memilih untuk mendengar musik dari MP3, Ipod, atau handphone. Hanya sebagian kecil yang memilih untuk membaca buku, cuman 1 atau 2 orang, dan sebagian kecil lagi menghabiskan waktu untuk mengutak atik internet lewat hp atau ngobrol dengan teman sesama penumpang.

Ekspresi mereka juga berbeda-beda, beberapa tampak optimis dibarengi dengan dandanan ala kantoran yang tampaknya siap kerja, namun kebanyakan tampak lelah dan menganggap pekerjaan ini hanya rutinitas dan keharusan yang tidak menyenangkan. Penumpang yang optimis ini pada umumnya orang muda, sementara yang berekspresi lelah adalah yang setengah baya ke atas. Namun perlu saya akui bahwa ekspresi ini tidaklah valid karena saya hanya bisa melihat wajah saja, namun tidak punya akses untuk bisa baca hati mereka.

Jika pandangan saya tertangkap basah oleh seseorang di dalam mikrolet, saya dengan sigap melemparkan pandangan ke luar jendela dan mulai mengamati pengendara sepeda motor yang berjuang untuk mendapatkan space di jalan raya. Pada umumnya para pengendara sepeda motor menang bersaing dari pengendara roda empat karena keuntungan dari body nya yang kecil, namun ya memang asap kendaraan roda empat mau ga mau terhirup oleh pengendara sepeda motor yang mustahil bisa pake AC. Pada umumnya pengendara sepeda motor adalah pria, namun tidak menutup kesempatan bagi para wanita. Hanya sebagian kecil jumlah wanita yang mengendarai sepeda motor.

Karena menggunakan helm, sulit sekali menembus ekspresi wajah para pengendara sepeda motor, padahal saya pengen sekali bisa melihat. Saya expect bahwa ekpresi mereka penuh kesan persaingan ditambah kesal oleh asap kendaraan, sementara pengendara roda empat kemungkinan besar berekspresi santai sambil mendengarkan musik dan menikmati dinginnya AC, sambil mungkin sesekali ngobrol di hp. Sungguh suatu kesenjangan!

Jumlah armada mikrolet dan kopaja yang tampaknya kurang memadai membuat persaingan antar penumpang meningkat. Fenomena persaingan ini tampak jelas pada pagi dan sore hari ketika para workers berangkat ke kantor dan pulang kantor. Oh, betapa Jakarta penuh dengan persaingan! Persaingan di antara para penumpang, persaingan antar kendaraan bermotor, persaingan bis dengan bis, persaingan antar kopaja dengan kopaja. Semuanya adalah produk me, I, and myself!

Di akhir setiap pengamatan ku, aku selalu berseru dalam hati, “Tuhan Jesus, cepatlah datang, jangan lah berlama-lama”.

Hobi Baruku

16 thoughts on “Hobi Baruku

  1. Karena di angkot Jakarta juga dikenal banyak pencopet, maka diriku tidak hanya memperhatikan penumpang yang asyik dengan aktivitasnya.. tapi juga waspada seraya memperhatikan pencopet yang menjadi penumpang… hehehe..

  2. sorta says:

    Wah, ini adalah hobby saya 8 tahun yang lalu. Tapi kalau sekarang gak lagi deh. Pulang pergi naik bus.. cari posisi aman, langsung tidur… Otak sptinya sudah terprogram, kira -kira tujuan sudah dekat langsung bangun, ha-ha-ha

    1. entasimanjuntak says:

      haha…brarti 8 taon lagi aku jadi kyk kk donks…masuk bis langsung bobok…:D pengen banget bisa tiduran pas di angkutan umum, tapi otakku ga bisa diajak kompromi kak, ga bisa tidur…:D
      mauliate da kak udah berkunjung…sering2 yah..:D
      oia, kk cepat2 lah bikin blog biar comment2 an kita…hihi..:D

  3. Johannes Siahaan says:

    wahh hobinya bagus juga ituu kalau diceritai ga ada habisnya itu ito ha ha ha yang pasti gw dukung hobby km siapa tau nanti hasil cetaknya bisa keluar di Kompas ok..

    1. entasimanjuntak says:

      hehe…bener bang…ga terdeskripsikan lah pokonya…:D
      haha….muncul di kompas si kyknya ga mungkin bang…makanya tulisnya di blog aja, aku tau diri lah bang, awak ini bukan penulis, cuman sok2 nulis aja..:D thanks udah berkunjung yahhh…sering2 yah..:D

  4. aku jg suka memperhatiin pengendara motor. cumin heran, dulu aku hampir 15 tahun naik motor sejak dr yk sampe jkt tp nggak bisa sebrutal pengendara di jkt yg kayaknya merasa lebih jago drpd valentino rossi

    1. entasimanjuntak says:

      hey om…:D makasih udah mampir di blog ku..:D
      haha…di jakarta apa si yang ga brutal dhi?:D
      wuiii…valentino rossi jelas kalah sama semangat persaingannya para pengendara motor jakarta dhi…:D

  5. mindo says:

    klo saya suka malahan senang bgt liatin macet… ngeliatin mobil berjejer panjang dan ekspresi orang malah membuat saya senang luar biasa…. tp ada tapinya…. asal jangan saya aja yang kena macet… hahahha… ga adil ya…. soalnya saya suka sesak napas di tempat yang padat

    1. entasimanjuntak says:

      haha… macet memang di samping menyebalkan juga mengasikkan ya min…pemandangan yang mengekspresikan banyak hal secara kaya..:D *duh bahasaku!*
      haha…sama lah, smua orang pengen cepat, ga mau kena macet…:D
      btw, makasih buat kunjungannya…sering2 yah..:D

  6. popo says:

    setuju Kak Enta!!! persaingan dunia tambah lama tambah susah, oh well, Tuhan tetep provide si, tapi kadang tetep aja, namanya darah manusia, sikap bersaingnya terus2an keluar🙂
    saya juga lagi magang kak enta, tempatnya sejauh wollonggong jadi saya ada waktu 4 jam untuk komuter kayak kak enta, jadi saya sering liat kanan liat kiri, tapi ada juga waktu di mana saya sapa orang lain (yang kebetulan lagi baca alkitab) dan terus malah dikotbahi tentang baca alkitab, ah malah ngalor ngidul🙂
    berjuang ya kak enta!

    1. entasimanjuntak says:

      wah…bagus tuh kalo habisin waktu ngomongin Alkitab….itung2 tambah pengetahuan dan kita diingetkan juga..:D itu malah jauh lebih asik!:D
      makasih ya udah mampir..:D
      mari terus berjuang!!

    1. entasimanjuntak says:

      hobi mu apa dek?
      trus tujuan nya apa?
      wah link nya dengan kalimat terakhir memang aga membutuhkan analisis terlebih dahulu…haha…bcanda…kalo Tuhan datang kan ga kan ada kesenjangan, persaingan, dan pikiran me, I, and myself yang mementingkan diri sendiri lagi…tapi setiap pengikutnya akan senang dan bahagia…simply, happy ending…itu salah satunya selain kesenangan lainnya dimana aku ga harus naik angkot gitu, haha…:D

  7. Hai enta..

    Dah baca post baru mu..hmmmm..kok kita punya hobi yang sama ya??sama seperti yang kamu bilang ..takut mengekspresikan nya lewat tulisan..ntar dikirain menghakimi..
    Klo saya pribadi sih …lebih sering melihat kernet angkotnya..yang gak henti-hentinya ngitung lembaran uang yang ada ditangannya.kadang bosan juga melihatnya, tapi ..dia aja gak bosan bolak-balik tuh duit..dan dirapikan serapi-rapinya sampai tidak ada lipatan2 kecil dilembaran uang tersebut..
    Mari kita kembangkan hobi ini…HAHAHAHAH

    1. entasimanjuntak says:

      haha…kalo urusan sama uang mah memang orang kan ga ada bosannya…hihihi…justru kernet nya kyknya senang tuh bolak2 balik duitnya sambil berpikir “lumayaaaannn”…:D

      mari kita kembangkan!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s