Berbahagialah…

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya (Mazmur 112:1)

***

Seperti biasa, saya terlebih dahulu minta maaf jika tulisan ini kurang berkenan bagi anda. Saya tidak bermaksud untuk menghakimi pembaca. Saya sendiri sedang bersusah payah untuk mencari kebahagiaan sesungguhnya…makasih udah baca tulisan ini yah…mudah2an bermanfaat…:)

***

Hari minggu kemaren aku dengan adikku memutuskan untuk pergi ke gereja yang tidak biasa kami kunjungi. Hal ini dikarenakan kami telat bangun dan jika gereja di gereja biasa nya kami pergi tidak akan keburu. Tanpa berargumen panjang lebar, akhirnya jadilah kami bergereja di sebuah gereja yang tidak terlalu jauh dari kost an.

“Agar bahagia, kita perlu punya 5M” kata pendeta memulai kotbah. “Apa itu 5M?” tanya ku dalam hati. “Ga mungkin 5M itu 5 Milliar, soalnya kan ini gereja, ngomongin mammon di gereja kan kurang tepat, walaupun di beberapa gereja di Jakarta kotbah tentang prosperity adalah kotbah yang selalu dinanti-nantikan orang”, demikian aku melanjutkan pembicaraan dengan diri sendiri. “Jika kita hanya punya 4M, kita akan kurang bahagia”, si pendeta berkata membuat setiap orang dalam gereja berfikir dan penasaran dengan apa itu 5M. “Jangan berfikir bahwa 5M itu 5 Milliar”, kata si pendeta. “Dalam kondisi serba sulit sekarang ini, kita akan cepat sekali mengorientasikan pikiran kita terhadap hal-hal materi dan berhubungan dengan uang”, demikian beliau menambahkan. “5M itu adalah: 1) Mendengar Firman Tuhan; 2) Membaca Firman Tuhan; 3) Merenungkan Firman Tuhan; 4) Memelihara Firman Tuhan; dan 5) Melakukan Firman Tuhan”, si pendeta akhirnya memecahkan teka-teki para pendengar. “Jika kita punya 5M itu kita akan benar-benar bahagia”, si pendeta mengulangi kata pembuka kotbahnya.

Aku pernah ngobrol dengan salah satu temen, kalau tidak salah pembicaraan ini kira-kira 3 tahun yang lalu. Dia bilang, “Apalah harta, aku hanya ingin bahagia”. Apa itu kebahagiaan? Gimana caranya supaya bahagia? Apa kriteria orang yang berbahagia? Merupakan pertanyaan yang tidak asing lagi buat kita, bukan? Kita sering menggunakan kata-kata itu tetapi kurang pernah (kurang berminat) untuk membahasnya.

Apa itu kebahagiaan?

Jika ada pertanyaan seperti itu, apa yang kira-kira kita jawab? Hal itu merupakan pertanyaan sulit karena membutuhkan jawaban yang abstrak, bukan? Setiap orang mendefinisikan kebahagiaan itu dalam berbagai versi. Beberapa mungkin akan menjawab bahwa kebahagiaan itu adalah “kondisi hati yang disebabkan oleh tercapainya setiap apa yang kita inginkan”. Beberapa mungkin akan bilang kebahagiaan itu adalah “rasa cukup dan rasa syukur setiap waktu”. Salah satu web di internet menuliskan bahwa kebahagiaan (happiness) adalah suatu kondisi pikiran atau perasaan yang dicirikan oleh rasa cukup, kasih, puas, senang, dan gembira (a state of mind or feeling characterized by contentment, love, satisfaction, pleasure, or joy).

Barusan saya search di “Alkitab Online”, ada kurang lebih 80 ayat alkitab yang secara langsung menuliskan kata ‘bahagia’. Saya belum search kata-kata yang mirip dengan itu seperti kebahagiaan, sukacita, terberkati, dan lain-lain. Banyaknya dibahas mengenai kebahagiaan di Alkitab menunjukkan bahwa orang kristen bukanlah orang yang anti kebahagiaan, tetapi mendukung kebahagiaan. Kita percaya bahwa segala apa yang diciptakan oleh Tuhan adalah baik dan kita diundang untuk menikmatinya.

Gimana caranya supaya bahagia?

Mungkin saya tidak salah jika mengatakan bahwa semua manusia di bawah kolong langit mendambakan kebahagiaan. Banyak hal yang dilakukan orang supaya mereka bahagia. Pada umumnya orang belajar setinggi-tingginya, bekerja secape-capenya, atau menikah dan punya anak, untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi apakah setelah memperoleh semuanya itu kita benar-benar bahagia? Alkitab berbicara lain. Berikut ini saya list beberapa  ayat Alkitab yang membantu kita untuk menjawab ‘gimana caranya supaya bahagia’.

  1. Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan! (Mazmur 40:4)
  2. Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat-Mu (Mazmur 94:12)
  3. Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu! (Mazmur 106:3)
  4. Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya (Mazmur 112:1)

Mengamati ayat-ayat itu, ijinkan saya untuk membuat summary terhadap hal yang menjadi syarat bagi orang kristen supaya bahagia: pertama, percaya kepada Tuhan; kedua, memahami dan melakukan taurat Tuhan; ketiga, takut akan Tuhan (pada dasarnya sama dengan istilah 5M di atas)

Kriteria orang yang berbahagia

Pada umunya, kita menganut persepsi-persepsi bahwa orang yang berbahagia adalah orang yang punya banyak uang, yang karirnya tinggi, penghasilannya selangit, punya banyak investasi, dan/atau asuransi nya banyak. Tapi apakah memang itu ciri orang yang berbahagia? Alkitab mengatakan lain. Berikut saya list beberapa ayat Alkitab yang menuliskan ciri orang yang berbahagia:

  1. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:3).
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur (Matius 5:4).
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi (Matius 5:5).
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan (Matius 5:7).
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah (Matius 5:8).
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9).
  8. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Matius 5:10).
  9. Dan lain-lain (banyak ayat yang menuliskan nya)

Waktu saya membaca ayat-ayat di atas, saya bertanya dalam hati, ‘apa iya waktu saya miskin, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus, mudah hati, suci hati, pembawa damai, dan dianiaya bisa berfikir bahwa saya berbahagia?’ tapi itulah yang Alkitab katakan. Betapa sulitnya saya menerima dan mengerti apa yang Alkitab katakan karena saya hampir selalu menilai segala sesuatu dari sudut pandang materi, sesuatu yang terlihat, terasa, tercium, dll (fana nya idera ini ya Tuhan!). Tetapi itulah yang Alkitab katakan. Alkitab bilang bahwa uang, jabatan, karir, dan kepemilikan tidak lah mampu membeli kebahagiaan. Terlepas dari setuju atau tidak setuju, itu lah yang saya imani dan sedang berusaha hidupi. (kebanyakan gagal juga sih!).

Saya sering baca ayat-ayat ini tetapi tidak terlalu berusaha mengerti maksudnya. Sebagai akibatnya, sering sekali saya mencari kebahagiaan yang sebenarnya bukan kebahagiaan yang pada akhirnya membawa saya kepada ketidakbahagiaan tanpa saya sadari. Dan tau ga teman, kalau kebahagiaan sebenarnya akan sempurna pada waktu Yesus datang kedua kali nya? Di saat itulah semua keluh kesah dan tangis orang kristen dihapuskan. Di saat itulah sorak sorai kebahagiaan dan kegembiraan akan riuh terdengar.

Berbahagialah…

2 thoughts on “Berbahagialah…

  1. bennylicious says:

    Wah, mendalam ini bahasan Kakak.
    Aku jadi inget pernah dibacain buku (lupa judulnya) yang serupa dengan bagianyang ini.

    Dari postingan Kakak:
    3. Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum, yang melakukan keadilan di segala waktu! (Mazmur 106:3)
    4. Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya (Mazmur 112:1)

    Pengarang bukunya bilang kalo kita harus taat akan hukum Tuhan dan hukum dunia.

    1. entasimanjuntak says:

      hey benny, makasi ya udah maen ke blog ku…
      setuju dengan apa yang buku nya bilang…kita harus taat hukum Tuhan dan hukum dunia….tapi hukum dunia maksud di sini apa ya?? hukum yang dikeluarkan pemerintah? atau hukum tidak tertulis yang sesuai dengan persepsi orang? mnurutku si,,selama hukum dunia atau hukum apa pun tidak bertentangan dengan hukum Tuhan kita wajib ikutin, tapi jika konflik dengan hukum Tuhan, hukum lain itu tidak berlaku…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s