Homesickness stadium akhir…

Saya sebelumnya berfikir bahwa saya orang yang tidak manja, kuat, dan tidak akan sering-sering pengen pulang…tapi ternyata…bagian lemah lain nya dari diri saya baru saya temukan tadi malam…

Tinggal kurang lebih 1 bulan lagi saya tinggal di sini…tapi entah kenapa tadi malam saya pengeeen sekali pulang ke indo…pengen pulang kampung…setelah menahan diri untuk tidak memberitahukan kondisi saya ke nyokap, akhirnya gagal juga merahasiakan…soalnya biasanya nyokap pasti kuatir banget klo ada apa dengan saya, bahkan kalau saya tidak bisa tidur pun, nyokap bakalan kuatir…akhirnya saya memberanikan diri nge-sms “mak, lagi ngapain?” saat itu tepat jam 22.00 waktu Sydney, atau sekitar jam 18.00 waktu kampung saya (Balige). “ini mak lagi ngobrol-ngobrol (atau kata lainnya bergosip ria dengan teman-teman nya…saya bisa membayangkan situasi itu), gimana kabarmu inang (inang adalah sebutan sayang orangtua kepada anak perempuannya)? Sehat kan, blum tidur?”. Balas nyokap seperti biasa…“Oh, ga mak, cuman mo bilang aku kok tiba-tiba pengen pulang yah, kok rasanya sepi banget” balasku…maklum tadi malam pulsa handphone ku kritis jadi ga bisa nelp, bisanya cuman sms…”lho…kok bisa kesepian? Sabar la ya inang …berdoa sama Tuhan yah…cuman bentar lagi kok” balasnya…saya bisa membayangkan gimana perasaannya…nyesel juga sih akhirnya sms nyokap hanya untuk bilang itu, “enta, kau tahan dikit kenapa? Masa pengen pulang aja harus bilang-bilang nyokap? Adanya elu bikin orangtua kuatir” saya menyesal dan menyalahkan diri sendiri dengan sms ga penting itu…

Sehabis nge-sms, pikiran saya melayang ke kegiatan rutin saya waktu di indo…bangun pagi biasanya saya paksa adikku (dia sekost dan sekamar dengan saya) untuk doa pagi “aduuhhh, males kak, kakak ajalah” demikian biasanya dia nolak ajakanku untuk doa. “ga, kita berdua, kau duduk ajalah, tutup mata, terserah sambil tidur, aku yang mimpin doa” saya bakalan sedikit memaksa dengan logat medan kentalku. Dia biasanya nurut sambil menunjukkan gerakan-gerakan tidak setuju…tapi akhirnya kita berdoa…aku tersenyum membayangkan kejadian itu tadi malam.

Kalau weekend, biasanya saya dengan adikku akan mengunjungi salah satu rumah saudara, kalau tidak kakak ya abang (abang adalah sebutan bagi kakak cowok). Kalau berkunjung ke rumah kakak, kegiatan yang paling saya suka adalah ngobrol-ngobrol dengan kakak sampai larut malam. Biasanya kami sambil nyalain TV, tapi suara TV hanya sebagai background dari obrolan kami…kami akan membicarakan banyak hal…dari hal-hal yang tidak penting seperti style baju sampai keluhan-keluhan kakak mengenai hidup berumah tangga. Obrolan itu biasanya hanya ringan saja, tidak akan merefer ke ayat alkitab tertentu. Obrolan akan mengalir terus sampai akhirnya kita berdua capek dan ketiduran di depan TV. Untungnya kerap sekali kedua anak kakak cukup bersahabat untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengganggu obrolan para wanita…peristiwa-peristiwa itu terbayang juga tadi malam…

Kalau nyokap lagi berkunjung ke Jakarta, saya dan nyokap juga pasti banyak membahas hal-hal yang saat itu menjadi isu buat saya, dari mulai gimana teman-teman sebayaku sampai kepada hal-hal yang menyangkut masa depan (tau kan maksudku?). Bahasan sering sekali akan berakhir dengan pengalaman nyokap dalam mengarungi hidup (aduh,,,dangdut banget!!). Pembicaraan juga biasanya dilaksanakan di depan TV, suara TV akan menjadi background obrolan. Entahlah, kok ada kesan tersendiri ya kalau ada background suara waktu kita ngobrol daripada hening dan focus cuman sama pembicaraan…hehe…setidaknya itu style keluargaku. Tidak jauh berbeda dengan kalau ngobrol dengan kakak, kebanyakan saya dan nyokap akan ketiduran di depan TV juga sehabis ngobrol panjang lebar dan kecapean…kebanyakan obrolan akan disertai dengan tawa khasku (kencang dan tidak tau malu). Kebiasaan itu terbayang juga tadi malam…

Kalau kita sekeluarga bertemu, biasanya hari-hari tertentu misalnya taon baru atau natal atau libur panjang, suasana akan semakin rame (bayangkan kita ber7 ditambah nyokap dan bokap waktu masi hidup, ditambah para istri dan suami dan tidak kalah para bocah kecil)…ruame rek!! Kebayakan pembicaraan akan berkisar masa-masa kami waktu kecil yang masi suka berantem tapi juga saling peduli. Tawa pun biasanya meledak-ledak kayak kesetanan sambil mengupas detail masa-masa keemasan itu…

”aduh Tuhan, aku kangen pulang” demikian rintihku setelah mengingat semua kebiasaan-kebiasaan itu…”Tuhan aku pengen pulang” ulangku sambil menitikkan air mata…akhirnya tadi malam aku tertidur tidak sadarkan diri…

Homesickness stadium akhir…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s