Saya Anak Raja Karena Ayah Saya Seorang Raja

Apa yang akan anda jawab jika ada orang menanyakan “siapa ayahmu? apa kerjanya? seberapa banyak hartanya? seberapa terkenal dia? seberapa besar warisannya?”

Bulan September kemaren saya pulang ke Indonesia. Kebetulan saat itu saya sedang melakukan survey untuk keperluan penelitian saya ke Bali. Selesai survey (sekitar 1.5 minggu) dan yakin atas data-data yang saya peroleh, saya melanjutkan perjalanan ke Jakarta sebelum kembali lagi ke Sydney. Rasanya kurang lengkap kalau saya tidak ke Jakarta dulu untuk mengunjungi keluarga besar saya…jadilah saya tinggal di Jakarta selama hampir 2 minggu.

Selama di Jakarta, saya selalu ngobrol dengan ibu saya mengenai banyak hal. Kadang-kadang pembicaraan sampai kepada hal-hal mengenai almarhum ayah saya…Tapi kami biasanya tidak akan terlalu jauh membahas hal itu karena ibu saya takut pembicaraan akan berakhir sedih. Ibu saya adalah seorang ibu yang sangat bijaksana, biasanya beliau tau mengalihkan pembicaraan jika diperlukan. Itu karena ibu saya belajar ‘kejiwaan’ selama bertahun-tahun. She is really a wise mum …I thank God many times for her. Terkadang setelah pembicaraan mengenai ayah saya, saya berfikir, sekarang ayah duniawi saya udah tidak ada, ‘tapi kamu punya Ayah Surgawi, Enta’…demikian saya berbicara kepada diri sendiri kerap sekali…

Selain banyak berdiskusi dengan ibu saya, biasanya saya menghabiskan waktu saya mengamati tingkah laku ponakan-ponakan saya…sekarang saya punya 8 orang ponakan…Tingkah laku dan cara berbicara mereka yang sangat polos dan jujur sering sekali memberi inspirasi kepada saya. Salah satu insipirasi yang saya mau kemukakan di sini adalah: semua ponakan saya bangga dengan ayahnya…mungkin waktu kecil saya pun demikian…anda?? kerap sekali mereka beradu memberitahukan kehebatan ayah nya…”Bapak ku duitnya banyak, punya motor bagus…” salah seorang ponakanku yang masi berumur 4 tahun berbicara kepada ponakan saya yang lain. “Bapak ku juga duitnya banyak, motor nya gede, trus tiap hari kerja”, sahut yang satu nya…”Bapakku…bapakku…kemaren bliin mainan pistolan, trus pake motornya kami ke Giant”, dengan omongan yang terbata-bata yang satunya menyahut…”eeehhh…Bapak ku lebih jago, kmaren bapakku pinjam mobil kantornya, jadi kita bisa jalan-jalan ke Ramayana”, yang satu nya ga mau kalah… Biasanya saya akan tertawa mendengar obrolan mereka…ayah adalah seorang kebanggan bagi anaknya…Pembicaraan ponakan-ponakan saya tersimpan rapi di benak saya…

Pembicaraan tersebut kembali saya ingat beberapa jam yang lalu ketika saya membaca buku “Knowing God, ditulis oleh J.I.Packer”. Jujur, buku itu banyak membantu dan mengingatkan saya mengenai siapa Tuhan sebenarnya bagi saya. Buku itu juga membantu saya untuk semakin memperkuat hubungan pribadi saya dengan Tuhan. Saya benar-benar menyarankan anda untuk baca buku itu…saya tidak bohong, sangat bagus. Sekarang saya sedang baca Chapter 10.

Di buku itu, penulis membeberkan dan mengupas detail mengenai karakter Tuhan; Dia tidak pernah berubah (unchanging), Dia Maha Kuasa (Majesty), Dia sangat bijaksana (Wise). Tiga karakter ini membuat saya sangat bangga terhadap Dia. Banyak orang yang berkuasa (secara dunia), tapi tidak cukup wise dan pasti berubah sesuai kondisi hati (mood). Banyak orang yang wise, tetapi tidak cukup kuasa. Tapi Tuhan, Dia benar-benar sempurna dalam semua hal. Kemudian saya berfikir, Tuhan dengan karakter yang sempurna itu memanggil saya ‘anak’, rela mati bagi saya untuk menebus saya dari hukuman dosa saya, dan akan datang kembali suatu hari nanti untuk membawa saya ke rumah nya di sorga. “apa lagi yang saya harapkan yang lebih mulia, lebih besar dari itu”? Saya kira tidak ada lagi yang melebihi itu…

Menyadari itu saya kemudian berfikir, jika ada orang yang menanyakan saya mengenai ayah saya, saya mungkin tidak akan banyak membiacarakan mengenai ayah duniawi saya. Beliau banyak berjasa kepada saya, banyak mengajari saya, walaupun saya harus mengakui bahwa beliau hanyalah manusia dengan segala kekurangannya, saya bersyukur kepada Tuhan atas ayah duniawi saya. Sekarang dia udah disorga, di sebelah kanan Ayah Surgawi saya.

Jadi, jika ada orang yang bertanya mengenai ayah saya, saya akan membeberkan kehebatan Ayah Surgawi saya. Saya akan mengatakan “Ayah saya seorang Raja, Dia yang empunya dunia ini, Dia yang menciptakan segala sesuatu, Dia ada sebelum dunia ini ada, ga ada hal di dunia dan di sorga yang tidak dimilikiNya, Dia mati buat saya agar saya tidak mati oleh pelanggaran saya, Dia menebus saya dengan darahnya yang mahal karena saya tidak mampu menyelamatkan diri saya sendiri. Dia tidak pernah meninggalkan saya, Dia selalu ada bagi saya, terlalu kecil masalah saya buat Dia, Dia sangat menyayangi saya, Dia tidak pernah mengecewakan saya, Dia sangat bijaksana, Dia selalu tau apa yang terbaik bagi saya, Dia selalu mendengar jika saya memanggil namaNya, Dia mengamati setiap langkah hidup saya, Dia sekarang sudah bangkit dan duduk di sebelah Allah Bapa dengan segala kemuliaannya, Dia akan datang kelak untuk membawa saya ke kekerajaanNya yang maha agung, tidak ada yang bisa dibandingkan dengan kekayaannya bahkan jikalaupun semua harta dunia ini dijumlahkan tidak akan lebih banyak dari kekayaannya…Saya seorang anak Raja, karena Ayah saya seorang Raja”.

Saya Anak Raja Karena Ayah Saya Seorang Raja

8 thoughts on “Saya Anak Raja Karena Ayah Saya Seorang Raja

  1. renta says:

    Tengkiyu buat tulisan nya..Thanx God juga dah teach me that I have a father like Him who cares for us…and His love always come to restore us..
    Apalagi sejak punya si baby cute…tambah ngerasain gimana hati Bapa…and hati anak juga..
    Like father like son dong…ditubuh kita ada juga DNA babe in heaven..so being proud..
    (marpilitan ateh …sorry klo gak my english isn’t perfect.just trying…)
    GBU martubi-tubi..

    1. entasimanjuntak says:

      thank you renta udah berkunjung…iya ya kau pasti tau la gimana rasanya kasih bapak ke anaknya…hahaa…DNA babe in heaven…lucu kali komenmu ren…haha….my english juga isn’t perfect…holan bahasan batak do na mantap huhatahon…las bahasa indonesia ninna marpasir2 dope…:)
      oke bu, GBU berkejar2an…

  2. drg.friska says:

    agak2 melenceng sih ta, tapi setelah membaca setengah dari postingnmu, aku teringat cerita anak2 di Tobasa ttg yg ngebangga2in bapaknya juga. perdebatan antara anak bu bidan dan anak dokter gigi dengan gaya bahsa sipanggaron🙂.
    Anak Bidan : Bapak ku punya komputer
    Anak Drg : Bapak ku juga punya laptop
    Anak Bidan : di komputer bapakku ada game nya
    Anak Drg : di laptop bapakku pun banyak game nya
    Anak Bidan : kata bapakku di komputer kami ada lho virus nya
    Anak drg : bah, di laptop bapakku pun banyakkkk kali virusnya, lebih hebat kan ????

    1. entasimanjuntak says:

      na lawakan komenmu piris…haha…hailaan pe boi do gabe habanggaon di dakdanak ate…sipata maila iba mambege…:) alai ima da ba nasida,,,polos, jujur, sipata tak berotak muse…najolo pe ho songoni do aha…naso diingot ho be ra…mauliate nungga memberi waktu manjaha postingan hon ate…sering2 da…:)

  3. hai kak!
    ini gw! siapa hayo? hehehe…
    gw tadi grj di GDI sm k derma lho (jgn blg maktua yak? :P) -> kaga nyambung jg sm postingannya😛

    gw stuju dgn tulisan lo k.
    tp kdg, ketidakdekatan seseorang dgn ayah duniawinya, srg mjd penghalang utk bs dekat dgn Ayah surgawi.

    di satu sisi, stp ayah pasti pengen mjd berarti buat anaknya, pengen anaknya bisa bangga sm dia.
    (krn gw jg ngerasain itu – sbg ayah, walopun blm punya anak, hehehe…)

    tp knp yak k, jarang (gw temui) anak laki2 yg bs dekat dgn ayahnya?

    1. entasimanjuntak says:

      hmmm…ini siapa ya??? hmmmm *sok berfikir*…haha…GDI? kenapa harus dirahasiain klo ke GDI? iya emang…jaka sembung bawa globlok…*eh salah, lupa*…

      bisa memang seperti itu sten…ga dekat dengan ayah duniawi jadinya ga dekat dengan Ayah Surgawi…tapi bisa juga sebaliknya sten ga dekat dengan ayah duniawi jadi nya cari ayah laen *tapi jangan ayah tetangga*, akhirnya ktemu sama Ayah Sorgawi yang luar biasa….itu hal yang sangat unik dengan Ayah Surgawi kita sten…walaupun kita merasa kita tidak dekat dengan Dia, tapi Dia pasti selalu merasa dekat dengan kita, ga cuman perasaan..tapi benar2 Dia selalu dekat dengan kita…kapanpun kita mau datang ke Dia, Dia pasti selalu ada…coba aja kalo mau bukti…:)

      Iya sten…tar klo kmu jadi ayah…jadilah ayah yang baik, yang jadi kebanggaan buat anakmu, tapi jangan lupa memperkenalkan anak2 mu kepada Ayah Surgawi mereka yah…:) jangan merasa tersaingi dengan Ayah Surgawi mereka, semakin mereka bangga terhadap Ayah Surgawi mereka, semakin mereka bangga kepada ayah duniawi mereka *bukan sebaliknya*…karena mereka akan tumbuh jadi anak2 Surgawi yang hormat kepada orang tua…

      jarang ya?? i didn’t know that…itu mungkin tergantung dari ayah nya sten…ada ayah yang tidak mendekatkan diri dengan anak2nya…tapi apapun alasannya…seorang anak HARUS tetap bersyukur kepada ayah duniawi mereka,,,tanpa ayah duniawi mana ada mereka, tul?? kedekatan memang harus dimulai dengan orang tua…tapi klo udah gede, seorang anak kan bisa mendekatkan diri dengan ayahnya…di sini tidak ada masalah siapa yang salah atau benar atau siapa yang seharusnya mendekatkan diri atau ga…Tuhan menciptakan manusia untuk menyatakan kasih walaupun tidak mendapatkan kasi yang cukup dari ayah duniawi…secara kita udah dapat kasih berlimpah ruah dari Ayah Surgawi kita, jadi itu lebih dari cukup untuk kita bagi dengan siapa saja…*duuuh terlalu panjang, bisa jadi 1 blog lagi nih…*

      senang berdiskusi dengan mu sten…

  4. Anastasia Rajagukguk says:

    Huhuhuuu bagus banget enta
    Jd terharu banget nih
    Rasanya dah lama ga jatuh cinta ma kehebatan Bapa di Surga
    Thanx yah dear

    1. entasimanjuntak says:

      Thanks ka anas udah berkunjung ke blog saya…Puji Tuhan kalau kk terharu dan terberkati dengan tulisan saya…yups, Bapa Surga kita hebat sekali…bahkan kehebatannya ga bisa dituliskan dengan kata-kata…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s