Film CIN(T)A – Bosan saling menyalahkan, akhirnya nyalahin Tuhan

Dua hari yang lalu saya bareng beberapa temen nonton film ‘Cin(T)a’. Itu loh, film yang tampaknya bertujuan untuk mempromosikan kerukunan antar umat beragama di Indonesia yang dikemas dalam kisah percintaan antara 2 insan yang berbeda agama (yang cowok bernama Cina beragama Kristen dan yang cewek bernama Annisa beragama Islam). Jika berminat, klik disini untuk liat trailer nya.

Sebenarnya agak tidak konsisten si dikatakan ‘antar umat beragama’ soalnya kan hanya diwakilkan oleh agama Kristen dan Islam. Saya tidak menyatakan saya tidak suka seluruh adegan di film itu, tidak sama sekali. Malahan ada beberapa adegan dan percakapan yang menggelitik perut dan semua penonton terbahak-bahak, termasuk saya tentunya…Trus kisah cintanya, boleh lah!!! Hanya saja ada beberapa hal yang saya ga paham dan malah bingung. Kebingungan-kebingungan saya ini akan saya uraikan sebagai berikut:

Kebingungan pertama, kenapa ide yang mau disampaikan adalah ‘kerukunan antar umat beragama’ tetapi hanya 2 agama yang dibahas, Kristen dan Islam. Bukannya di Indonesia ada 6 agama yang diakui? Masuk akal si kalau yang ditekankan adalah banyaknya perselisihan antara 2 agama ini di hampir seluruh pelosok tanah air. Jika hanya 2 agama saja yang dibahas, kenapa pake istilah ‘kerukunan antar umat beragama’? Kenapa bukan ‘kerukunan antar umat nasrani dan islam’ saja sehingga pemeluk agama lain bisa menempatkan diri di posisi mana. Kan kasihan pemeluk agama lain sepertinya dilibatkan dengan istilah kerukunan antar umat beragama padahal tidak digubris sedikit pun di film ini.

Kebingungan kedua, di beberapa bagian film ini mengungkapkan beberapa perselisihan antara pemeluk agama Kristen dengan Islam, namun, ga tau ya ini cuman menurut saya saja, kurang memasukkan fakta dan research yang mendalam. Bagian pembakaran gereja misalnya, katanya ada konspirasi, tapi tidak membahas sedikit lebih ‘ilmiah’ konspirasi itu. Selain itu beberapa kali, doktrin agama Kristen dan Islam dicomot tanpa memiliki dasar yang kuat dan pemahaman yang jelas mengenai doktrin tersebut. Harusnya kalo film ini mengungkapkan beberapa hal penting tersebut, hendaknya ada sedikit pembahasan yang lebih ilmiah dan aga mendalam gitu, jadi lebih menarik dan lebih berkualitas! Bukan asal comot trus ‘masa bodo benar apa ga’.

Kebingungan ketiga, di akhir film ini, dua sejoli yang jatuh cinta itu berpisah dengan perasaan yang hancur. Trus tidak ada kesimpulan sama sekali selain ‘tanda tanya’ di akhir cerita. Menurut wawancara dengan director nya, tanda tanya itu artinya bahwa kesimpulan film itu diserahkan kepada masing-masing orang yang nonton. Gue mikir, kesimpulan apa? Gue cuman bisa kasi kesimpulan kalo memang di Indonesia itu terjadi perselisihan antara Kristen dan Islam. Tapi bukannya hal itu memang sudah saya ketahui sebelumnya. Tanpa nonton juga saya udah tau! Trus manfaat film itu terhadap saya apa? Hm…mungkin saya sendiri yang kurang pintar menyimpulkan, temen-temen punya kesimpulan lain selain common sense yang saya sebutkan tadi?

Kebingung keempat, sebenarnya film ini mempromosikan kerukunan antar umat beragama atau ‘meragukan Tuhan’? Beberapa orang yang diwawancara di sela-sela adengan film ini menunjukkan kekecewaan terhadap Tuhan. Aku mikir, ‘loh kok’? Manusia yang salah dan bertengkar kok malah Tuhan yang disalahin!! Waktu di adegan pembakaran gereja, si Cina (pemeran co) kecewa terhadap Tuhan dan meneriakkan ‘kenapa Tuhan’? Aku bigung, harusnya dia mengecam oknum-oknum yang bikin onar dong, bukan melempar kesalahan ke Tuhan. Terus terang saya tadinya mengharapkan bahwa para pemeran di film ini akan semakin dekat dengan Tuhan dan memohon bantuan Tuhan untuk berbelas kasihan dan membalaskan kesalahana oknum-oknum yang bersalah dan bikin onar.

Sebagai kata penutup, pernah ga orang menyalahkan penemu ‘bomb atom’ karena banyaknya penyalahgunaan penemuannya? Kayaknya ga pernah de. Kita pasti mengecam oknum-oknum yang menyalahgunakannya, bukan? Nah hal yang sama juga terjadi, harusnya Tuhan tidak disalahin dong karena penyalahgunaan ajarannya oleh oknum-oknum tertentu. Yang harus dikecam adalah ya oknum-oknum itu. Tuhan tidak pernah memberikan ajaran yang salah, manusia yang ‘tidak sempurna inilah’ yang salah tapi merasa benar. Nah, harusnya melalui film ini, kita sama-sama memohon kepada Tuhan supaya Dia secepatnya menyatakan keadilannya ‘pada waktu Nya’, bukan meragukan Tuhan!!

Film CIN(T)A – Bosan saling menyalahkan, akhirnya nyalahin Tuhan

13 thoughts on “Film CIN(T)A – Bosan saling menyalahkan, akhirnya nyalahin Tuhan

  1. setuju jenk,,, ni promosiin kerukunan atau ATHEIS gw emang baru nonton tp gak puas ma tu filem…. mungkin ketidak puasan menjadi nilai tambah untuk filem ini smpe smpe nemuin blog ini haha

    1. entasimanjuntak says:

      thanks leon udah berkunjung….
      betul…kyknya tujuan utama film ini cuman bikin orang tidak puas dan bertanya2 yah, hehe

  2. Arif Budiman says:

    iya.. banyak dialog yang secara ga langsung nampar gw pas nonton itu pilem.. kalo ga salah Anissa pernah ngomong gini “Lw jangan percaya banget sama gw, Tuhan gw aja kadang gw khianatin, apalagi lw?”(cmiiw ya? ) gw jadi sadar selama ini seriiiing banget berkhianat sama Tuhan gw. gw bilang beriman, tapi sering lalai, gw bilang cinta tapi tak jarang lebih cinta sama dunia, gw bilang ikhlas tapi sering menggerutu, gw bilang taat tapi lebih sering ingkar.. hehe, at least dari pilem ini gw belajar buat ga nyalahin orang lain apapun pandangan mereka..

  3. Ryan says:

    Disini gw bukan mau memperdepatkan isi film ini…cuman film ini hampir mirip dengan kehidupan asli gw,,yang memang pada akhirnya berpisah…Sedih memang (hiks)…hampir semua gw baca comment dan kritikan tentang film ini (memang ga ada yang sempurna di dunia ini)…yang jelas gw setuju dengan komentar produser nya bahwa ending film ini diserahin ama pemirsa,,kenapa?jujur aja pengalaman seperti ini adalah ujian buat yang ngalamin supaya lebih bersyukur akan segala sesuatu yang di dapat karena bagi gw kondisi semakin gw mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa meskipun selalu menyalahkan Tuhan dalam setiap waktunya, tapi tetep tergantung pada personal masing-masing ya…
    Jadi kesimpulannya apa??ya selalu ada kesimpulan,,betul ga??coba lu ngalamin gw yakin lu pasti dilema (dan setiap kejadian hampir mirip dengan aslinya)…tapi justru dari film ini mengajak orang supaya berkenalan dengan hal seperti ini dan gw liat hampir semuanya punya sikap yang sama yaitu kritikan…kritikan apa??kritikan supaya kita memperbaiki keadaan dan belajar akan situasi yang tabu bukan malah jadi mengiyakan apa yang terjadi…Mba enta,,inilah dunia independen,,ga jauh beda ama lagu indie,,berani karena memang keadaannya aslinya seperti ini,ga dibuat-buat,,mengalir apa adanya aja…malah terkadang curahan hati seseorang…Kaya lagu indie kan,,para pembuat nya buat karya mengenai kritikan pemerintah lah,,mengenai dunia yang rusak lah…bukan dibuat2 karena dia pengen populer..apa adanya lah mba,,tapi kualitas lagu nya gw yakin kalahin band-band yang hanya nyari duit doang…karena indie itu selalu ada pesan yang disampaikan,,selalu benar setiap kejadian nya,,dan ga dibuat…justru setiap kontroversi atas karya indie selalu membuka mata orang yang melihat akan keadaan yang tak teralami..bukan nya sedih akan kritikan yang dialamatkan pada film tapi justru ini yang mereka inginkan yaitu pesan yang tersampaikan dengan baik..tapi memang selalu ada yang kurang,,betul ga??kritikan yang kalian alamatkan adalah mengenai pengemasan dan penempatan cerita dan kalimat film saja (saya setuju banget)…mudah-mudahan para sineas indie kita semakin berkembang dan jaya karena gw bosen liat film indonesia yang gitu2 aja,,coba sadari deh film indonesia yang beredar sekarang apa ga penuh kontroversi tapi koq ga banyak yg bahas,,kenapa??karena udah bosen kitanya (mungkin),,ga mendidik dengan baik untuk segala hal nya termasuk ide cerita,, biaya,, dan pengemasaan film yang gitu2 aja..
    Gila banyak amat,,sori nih jadi kaya curhat??memang itulah indie,,selalu menjadi perinitis daripada nyalurin ga bener mendingan buat karya yang sesuai realita tapi para indie mau di kritik karena ingin maju..hehehe..thx

    1. entasimanjuntak says:

      thank you Ryan udah menghabiskan banyak waktumu untuk baca blog dan kasi comment…wah,,,turut sedih dengan pengalaman mu…mudah2an kisah cinta elu skarang dan nanti jauh lebih indah dan sukses…:) mungkin hal itu yang buat elu bisa merasakan dan menikmati film ini far better dari saya…pada dasarnya saya banyak menghargai film ini…jujur! tapi post ini memang cuman membahas kritikan dan kebingungan saya…ga fair si saya yah cuman menunjukkan ketidaksetujuan saya dan menyimpan kesetujuan saya…

      ok, supaya fair, ini kesetujuan saya mengenai film itu…bener sekali, film ini memang mengangkat kondisi sebenarnya dan banyak pasti muda/i yang mengalami cinta kandas ditengah jalan karena perbedaan…film ini membuat kita aware akan kondisi itu…tujuannya sepertinya untuk itu, hanya buat kita aware dan ga bertujuan nyelesaiin masalah karena masalah perbedaan agama ga akan pernah terselesaikan sebelum akhir jaman tiba…

      again thanks ryan udah berkunjung…:)

  4. Aku sampe inget beberapa percakapan yang menurut aku aneh..hehhee…

    #1
    Tuhan itu kayak arsitek. Dia ngerasa rancanganNya adalah rancangan terbaik bagi manusia. Padahal user lah yang paling mengetahui apa yang baik buat dia. Sama seperti manusia, manusia yang lebih mengerti karena dia sendiri yang menjalani hidupnya. (Anissa)

    #2
    Cuma Tuhan yang ngertiin gw. Sebagai seleb. Sebagai orang yang selalu dipuja. Menurut lo kenapa Tuhan nyiptain atheis? Karena Dia bosan selalu disembah dan dipuja. (Anissa)

    #3
    “Kenapa Tuhan nyiptain banyak agama kalau Dia cuma mau disembah dengan satu cara?” (Anissa)
    “Makanya Tuhan nyiptain cinta, supaya yang beda-beda bisa nyatu!” (Cina)

    Habis nonton film ini, yang ada justru konsep Tuhan justru malah blur..
    hahhahaa…

    1. entasimanjuntak says:

      Hi lagi dwi,,,wah ak malah ga inget persis percakapannya,,,hebat kmu bisa hapal…bener, konsep Tuhan blur, trus kyknya jadi pihak yang paling bersalah, aneh ya??? again, thanks ya udah berkunjung…*mrasa salah karna blum pernah maen ke blog dwi…*

  5. renta says:

    wah…wah…wah….
    Kebingungan mu aja ada empat…
    kebingungan yang gak nonton cuma satu???Nonton apa kagak ya????
    kayaknya Gak deh…daripada nambahain kebingungan2 enta…
    he…he…hee

    1. entasimanjuntak says:

      hahaha…nonton ajalah renta (*btw nama kita mirip yah*) siapa tau tar elu malah ga bingung sama sekali…nah elu jelasin ke gue gitu…:) btw thanks udah kasi komen….:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s