Doa Seorang yang Miskin di Mata Dunia

Ga ada yang bercita-cita jadi orang miskin! Jika ada, silahkan tunjuk tangan…salut buat anda!! Orang selalu mengira bahwa kemiskinan adalah kutuk, untuk itu harus selalu dihindari dengan cara menggantikannya dengan kekayaan. Itu wajar, tidak aneh! Ada yang mengganggap bahwa kemiskinan itu berkat? Jika ada, tolong anda tunjuk tangan, salut buat anda!

Mungkin saya tidak membesar-besarkan untuk mengatakan bahwa kemiskinan adalah satu-satunya hal yang ditakutkan orang, selain hantu! Well, bagi orang-orang Kristen, hantu adalah sesuatu yang tidak perlu ditakutkan karena dia ga bakalan bisa ngapa-ngapain kita, karena Jesus telah mengalahkannya. Jadi selama kita bersama Jesus, tidak perlu takut dengan hantu. Nah, kalo gitu the only thing yang ditakutkan sama orang (Kristen) adalah ‘kemiskinan’. Maap bagi beberapa orang yang tidak takut miskin, tapi takut ‘forsake God’. Aku mengenal beberapa orang ini, mereka tidak takut miskin, hanya takut ‘kehilangan Tuhan’. So, orang-orang ini tidak termasuk lingkup bahasan, maap!

Ketika kita melihat orang miskin, apa yang ada di benak kita? Mungkin kita akan mengatakan: ‘untung aku ga miskin! Lumayan lah aku sudah mampu beli rumah besar dan mobil bagus, mahal pula’, atau ‘wah untung orangtuaku kaya, rumahnya besar, warisannya banyak, makasih Tuhan’, atau ‘kasian ya mereka miskin’, atau ‘kok bisa ya dia miskin, ga kerja apa?’, atau ‘aku kasi sedikit hartaku akh buat dia biar berkurang kemiskinannya’, atau ‘hahahaha,,,dia miskin’, atau ‘kita sama-sama miskin’, atau ‘rasain lu miskin, abis elu sok jago sih’, atau ‘Tuhan, bantu mereka dalam kemiskinannya’, atau ‘bodo amat sama orang miskin’, atau atau atau…

Saya tidak akan bahas mengenai ekspresi-ekspresi itu di post ini, karena saya tidak menulis ini untuk menghakimi dan membenarkan atau menyalahkan…bukannya kita menjungjung tinggi hak berbicara dan berpikir? So, secara hukum, tidak ada yang salah dengan ungkapan-ungkapan di atas.

Saya hanya ingin mengatakan bahwa ketika kita mengganggap kemiskinan itu adalah suatu kutuk, ada orang-orang (miskin) yang menganggap kemiskinan itu adalah berkat. Ketika kita merasa bahwa tidak ada yang perlu disyukuri dalam kemiskinan, justeru ada beberapa orang yang (miskin) yang tidak henti-hentinya mengucap syukur atas kemiskinannya.

Berikut ini saya menuliskan doa seorang yang miskin secara dunia di tengah-tengah dunia yang mengagung-agungkan kekayaan.

“Tuhan, terima kasih karena engkau biarkan aku miskin. Kemiskinan ini membuat aku tidak sombong. Sebab apakah yang kusombongkan? Kemiskinanku? Orang-orang akan makin menertawakan aku jika aku menyombongkan kemiskinanku. Karena itu aku hanya bisa menyombongkan ‘pengenalanku atas engkau’, tidak ada yang lain. Aku hanya bisa menyombongkan bahwa ‘dalam kemiskinanku, Tuhan tidak melupakan aku’.

Tuhan, terima kasih karena orangtuaku juga miskin, tidak jauh dari keadaanku. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau juga tidak membiarkan orangtuaku memperoleh kekayaan yang bisa membawa mereka jauh daripadamu. Dan juga, itu berarti bahwa mereka tidak engkau biarkan mencuri dan mengumpulkan harta yang bukan hak mereka. Sebab apa yang mereka curi? Hak orang lain mana yang mereka kumpulkan? Mereka sendiri tidak punya apa-apa.

Tuhan, terima kasih aku tidak punya mobil mewah, hp mahal, rumah besar, koleksi barang-barang bagus, pendidikan yang tinggi, keluarga yang kaya, investasi banyak, asuransi yang besar, dan gaji yang tinggi. Karena dengan demikian, aku ga bakalan menggantungkan diri terhadap dunia ini dan lupa akan surga mu yang jauh lebih indah.

Tidak ada yang kutakutkan Tuhan selain kehilanganmu. Tanpa kusadari, dalam kemiskinanku aku sangat terberkati, karena tidak akan terlalu sulit bagiku untuk datang kepadamu. Tidak ada yang menghalangi aku untuk datang mendekat kepadamu, tidak bahkan hartaku sebab aku tidak memilikinya. Di mata dunia dalam kemiskinanku aku terkutuk, tapi aku berani mengatakan bahwa kemiskinan ini adalah berkat yang tidak diperoleh oleh orang lain pada umumnya. Terima kasih Tuhan aku kaya di hadapanmu.”

Doa Seorang yang Miskin di Mata Dunia

2 thoughts on “Doa Seorang yang Miskin di Mata Dunia

    1. entasimanjuntak says:

      Hi Arlingga, thanks udah mengunjungi rumah kecilku…Puji Tuhan jika tulisan ini jadi reminder buat kamu, soalnya itu juga jadi reminder buat ak…sering2 berkunjung yah…:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s